Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (16 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 07 September 2017, 10:57 WIB 1,607 PDF

Menggandeng Forkopimda Dan FKUB Kabupaten Blora, Kasus Rohingnya Myanmar Jangan Dibawa Ke Blora

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~4 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Menggandeng Forkopimda Dan FKUB Kabupaten Blora, Kasus Rohingnya Myanmar Jangan Dibawa Ke Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, Infodesanews.com – Adanya rencana mobilisasi massa ke Candi Borobudur yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu sebagai bentuk aksi menyikapi tragedi kemanusiaan warga Muslim Rohingya, Myanmar. Hal itu dikemukakan Kapolres Blora, AKBP Saptono, dalam silaturahim antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta pengurus Walubi (Perwakilan Umat Budha Indonesia) Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dalam pertemuan di Aula Kemenag Blora hari Rabu kemarin sepakat untuk bersama-sama menolaknya. Kamis (7/09/17).

Para tokoh agama di FKUB, MUI dan juga Walubi serta Kapolres dan Forkopinda Blora menggelar silaturahim menyikapi aksi kekerasan Rohingya. Konflik sosial dan kemanusiaan yang terjadi di Rakhine, Myanmar jangan dibawa masuk ke Indonesia, khususnya di Blora.

“Biarlah kejadian kekerasan itu tetap di sana, dan jangan sampai ada yang memprovokasi untuk mengobarkan kekerasan yang sama di Blora,” ujar AKBP Saptono.

Pertemuan tersebut guna mengantisipasi agar tidak ada warga Blora yang berangkat dalam aksi tersebut. Dalam pertemuan, Forkopinda dan FKUB secara bergantian menandatangani pernyataan sikap terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Muslim Rohingya. Sebab tragedi yang terjadi bukanlah konflik agama melainkan permasalahan kewarganegaraan.

“Di media sosial dan juga media online lainnya, kabar kekerasan di Rakhine yang menimpa etnis Rohingya sangat santer terdengar dan diunggah dengan aneka sajian. Namun ternyata sebagian ada yang mencoba melakukan provokasi dan membawa kasus itu menjadi kasus yang bisa saja meledak di Indonesia, termasuk Blora,” kata Kapolres AKBP Saptono.

Di Blora, umat Budha dan juga Hindu cukup banyak. Karena itulah pihaknya mengajak masyarakat untuk dewasa dalam menyikapi konflik kemanusiaan yang terjadi di Bumi Myanmar tersebut. Agar tidak dibawa dan menjadi sesuatu yang menyala. Karena hal ini bisa jadi suatu bentuk provokasi kepada masyarakat dan menjadi api yang meletup yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat atas pemerintahan saat ini.

Kapolres mengungkapkan dari berita yang muncul di media sosial, sudah diteliti ada lebih dari 38 persen ternyata malah sengaja dibawa masuk menjadi konflik dan ditunggangi kepentingan tertentu di dalam negeri.

“Bahwa krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine, Myanmar sebetulnya bukan konflik semata-mata karena agama. Melainkan persoalan sosial dan kemanusiaan. Kejadian itu memang ada, namun semua pihak jangan malah menjadikan kasus itu semakin meluas apalagi sampai dibawa ke Indonesia yang notabenya toleransi antar umat beragama sudah terjalin harmonis.” Tuturnya.

Rencananya aksi tersebut akan diikuti dari berbagai ormas Islam di Jawa Tengah, DIY dan sekitarnya. Mengatasnamakan pembelaan terhadap umat Muslim di Rohingya Myanmar, kelompok aksi ini menuntut untuk menghentikan segala bentuk serangan terhadap kaum minoritas itu.

“Pemerintah Indonesia sudah proaktif. Bahkan saat ini Indonesia menjadi satu-satunya negara yang masih terus melakukan hubungan intensif dengan Myanmar untuk menyelesaikan kasus kekerasan tersebut,” kata Kapolres Blora.

Karena itu jangan sampai ada tindakan yang justru kontraproduktif atas upaya yang sudah dilakukan pemerintah. Sehingga mengakibatkan kasus itu tidak selesai dan meluas ke wilayah lain di dalam negeri.

AKBP Saptono justru mengajak semua pihak untuk menghidarkan diri dari provokasi yang dilakukan pihak tertentu memang memiliki kepentingan tertentu hanya untuk keuntungan pribadi. Salah satunya adalah mengajak melakukan aksi demo di Candi Borobudur yang jelas itu menjadi tempat ibadah kalangan umat Budha dan menjadi lokasi pariwisata.

Blora sendiri merupakan wilayah yang dalam beberapa tahun terakhir ini mendapatkan penghargaan bidang pelaksanaan HAM (Hak Asazi Manusia). Karena kerukunan warganya dalam beragama, juga kepeduliannya pada semua yang menyangkut hak warga negara.

Oleh sebab itu jangan sampai ada warga yang ikut melakukan tindakan yang mencoreng kondusivitas yang ada di Blora. Yang akan menjadikan kerukunan umat beragama di wilayah ini terkoyak.

Ketua FKUB Ishad Shafawi mengatakan, hal penting yang harus dijaga adalah kerukunan umat beragama. Dengan kerukunan itu maka akan tercipta kebaikan dan pembangunan dan nantinya kenyamanan hidup di bumi Blora

Karena itu jangan ada yang mengusik kerukunan ini, kita berdoa saja agar kebaikan segera terwujud di Roingya, dan aksi kekerasan segera dihantikan. Kita sangat prihatin melihat aksi kekerasan di sana,” kata Ishad Shafawi.( AR/IKS)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi