Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (16 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
KESEHATAN 11 Juni 2022, 09:50 WIB 1,443 PDF

Mengenai Nutrisi Untuk Tumbuh Kembang Anak, Orangtua Harus Tahu

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Mengenai Nutrisi Untuk Tumbuh Kembang Anak, Orangtua Harus Tahu
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

JAKARTA, INFODESANEWS | Usia 0 sampai 5 tahun merupakan masa dengan pertumbuhan dan perkembangan otak terbaik, atau dikenal dengan pereode sensitif karena anak akan menyerap apapun yang dilakukan sekitarnya.

Begitu pula saat anak terlalu sering diberi minum atau makan yang manis.

Mereka akan menganggap bahwa apa yang sering dikonsumsi, dalam hal ini adalah gula, lebih enak daripada masakan ibunya.

DR Chandrawaty MPd, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Aisyiyah mengatakan orangtua sudah seharusnya paham bahwa di usia golden age ini anak diibaratkan dengan komputer baru yang masih kosong, belum diisi oleh apapun.

“Sama halnya dengan anak-anak, orangtua dan guru di lingkungan PAUD semestinya sudah paham mengenai nutrisi dan info yang tepat untuk tumbuh kembang anak, terutama perkembangan otak,” kata Chandrawaty saat mengisi Webinar Nasional Edukasi Gizi Sejak Usia Dini Melalui Metode yang Menyenangkan, hasil kerjasama antara Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) dengan Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) belum lama ini.

Usia dini adalah masa bermain dan bermain merupakan cara belajar yang baik untuk anak-anak.

Saat mereka bermain, secara tidak langsung anak akan menjadi lebih bersosialisasi dan aktif.

Bagi mereka yang sehat, bermain merupakan suatu kebutuhan.

“Bayangkan jika anak kita kondisinya tidak sehat, nutrisi yang terdapar dalam tubuh tidak sesuai untuk tumbuh kembangnya,” jelas Chandrawaty.

Orangtua dan guru PAUD atau TK perlu mengetahui hal tersebut, karena berkaitan dengan stimulasi anak sejak dini.

Ketika mereka mengetahui bahwa anak usia dini sedang mengalami periode sensitif, pembelajaran yang dapat dilakukan oleh anak usia dini agat dapat terus berkembang yaitu pembelajaran dengan cara mengerjakan, pembelajaran dengan cara stimulasi, dan pembelajaran dengan cara melihat model.

Ketiga hal diatas dapat dilakukan melalui optimalisasi tumbuh kembang dari nutrisi pada anak usia dini.

Peran utama nutrisi dalam perkembangan otak diantaranya berupa pmbentukan, perbanyakan, dan pematangan sel otak; pembuatan jaringan sirkuit otak; serta percepatan aliran informasi antar sel otak.

“Nutrisi di usia 2 tahun pertama atau 1000 hari pertama kehidupan yang merupakan masa kritis sebesar 80 % adalah perkembangan otak. Saat ini konsep 4 sehat 5 sempurna diganti dengan konsep gizi seimbang, terlebih terkait susu,” kata Dosen FKIP Uhamka ini.

Masih banyaknya orang tua yang memberikan susu kental manis sebagai pengganti susu bubuk kepada anaknya, menjadi pekerjaan rumah bagi guru PAUD dan TK untuk terus melakukan berbagai cara edukasi literasi SKM yang berbahaya untuk tubuh terutama tubuh anak serta optimalisasi tumbuh kembang anak.

“Sosialisasi ini penting untuk mempersiapkan generasi emas di masa yang akan datang, dan menghindari anak dari berbagai penyakit bahaya,” pungkas Chandrawaty.

Fakta bahwa SKM bukan merupakan produk susu, bukan pula untuk diseduh langsung, dan mengandung gula 2 kali lipat lebih banyak dari susu sapi inilah yang harus terus disampaikan para guru PAUD kepada masyarakat terutama orang tua murid agar bisa dipraktekkan di kehidupan nyata.(*_*).

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #KESEHATAN #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi