Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (18 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (23 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
KESEHATAN 31 Oktober 2023, 10:57 WIB 2,245 PDF

Membangun Ekosistem Kesehatan di Blora Membutuhkan Peran Individu untuk Jadikan Masyarakat Sehat

admin
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Membangun Ekosistem Kesehatan di Blora Membutuhkan Peran Individu untuk Jadikan Masyarakat Sehat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyebutkan upaya membangun ekosistem kesehatan di Blora harus dilakukan dengan gotong royong, kesehatan tidak hanya menyembuhkan si sakit. Namun juga membangun eksosistem pencegahan, penanganan, pembiayaan, dan inovasi dalam bidang kesehatan. Kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dijamin negara.

“Saya tidak ingin masyarakat Blora sakit dan yang sudah sakit tidak ingin kesusahan untuk memperoleh layanan kesehatan,” kata Edy saat menyosialisasikan gerakan masyarakat hidup sehat dengan Poltekes Semarang di Jepon, Blora, beberapa waktu lalu.

Dia mengapresiasi langkah Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati yang telah menghadap Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk menambah kuota peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN. Akhirnya ada tambahan kuota 23 ribu. Langkah ini diharapkan dapat mendorong tercapainya universal health coverage (UHC) di Blora.

“Segera penduduk Blora masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Harus di atas 95 persen sehingga kalau sakit tinggal membawa KTP,” ucap Edy. Perlu diketahui, sampai sekarang baru 83 persen masyarakat Blora yang terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Legiselator dari Dapil Jawa Tengah III ini menyatakan adanya jaminan kesehatan nasional (JKN) membuat masyarakat tidak takut berobat. Jika sebelumnya datang ke rumah sakit dikhawatirkan akan memakan biaya banyak, maka dengan adanya BPJS Kesehatan maka jika ingin berobat akan mudah.

“Dengan memiliki kartu BPJS Kesehatan itu sudah membuat ayem,” kata Edy.

Selanjutnya adalah pembangunan infrastruktur dan sumber daya kesehatan. Adanya pembangunan rumah sakit di Blora menambah kapasitas masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Edy menyebut jika pembangunan fisik harus dibarengi dengan pertambahan dan distribusi dokter dan tenaga medis. Harapannya, masyarakat Blora dapat layanan kesehatan di kotanya tanpa perlu antre.

“Tidak perlu sampa Semarang atau Solo. Doakan Rumah Sakit di Randublatung segera selesai,” ucapnya.

Edy juga berpesan agar SDM Kesehatan di Blora juga harus mumpuni. Dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga medis yang mumpuni harus disebar secara merata. Jika sudah maka mereka diberikan dorongan untuk meningkatkan kemampuan dalam menguasai teknologi terkini.

“Sehingga operasi dan pengobatan yang canggih bisa dilakukan di Blora,” tutur Edy.

Selanjutnya, Politikus dari PDI Perjuangan ini mengingatkan untuk membentuk masyarakat Blora yang sehat perlu peran individu. Salah satu yang perlu dilakukan adalah melakukan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Ada beberapa hal yang bisa dilakukan masyarakat. Edy merincikan, masyarakat perlu melakukan aktivitas fisik atau berolahraga. Tidak lupa untuk asupannya, perlu konsumsi buah dan sayur serta menyetop rokok. Selanjutnya, deteksi dini secara berkala perlu dilakukan.

“Setiap individu juga perlu melakukan kebersihan lingkungan dan menggunakan jamban. Jangan buang air kecil atau besar sembarangan,” sarannya.

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #KESEHATAN #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi