Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (13 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 01 Mei 2026, 23:07 WIB 2,565 PDF

May Day Memontum Refleksi dan Perjuangan Keadilan 

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

May Day Memontum Refleksi dan Perjuangan Keadilan 
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini dimaknai berbeda oleh sejumlah aktivis. Bukan hanya sebagai agenda tahunan, momen ini dinilai sebagai saat yang tepat untuk refleksi dan evaluasi sistem ketenagakerjaan di Indonesia.

Aktivis Agus Flash menegaskan bahwa May Day harus menjadi ruang untuk mengingat kembali makna perlawanan terhadap ketidakadilan, tidak hanya bagi kaum buruh, tetapi seluruh rakyat yang merasakan ketimpangan sosial.

“May Day adalah hari refleksi. Tentang bagaimana kita melawan ketidakadilan, memperjuangkan hak, dan memastikan kesejahteraan tidak hanya jadi janji,” ujarnya.

Menurut Agus, realitas saat ini menunjukkan masih banyak pekerja dalam kondisi rentan, mulai dari upah yang tidak layak hingga minimnya perlindungan kerja. Ia menilai kondisi tersebut menuntut keberanian kolektif untuk bersuara. “Perlawanan itu bukan selalu tentang turun ke jalan, tetapi juga tentang keberanian bersikap, berpikir kritis, dan tidak diam saat hak dirampas,” tambahnya.

Pernyataan senada disampaikan oleh Rumah Juang, Guntur Andi Suryo. Ia menekankan bahwa May Day adalah cermin untuk melihat sejauh mana kerja dihargai dan manusia tidak sekadar diposisikan sebagai alat produksi.

“Di tengah tuntutan hidup yang makin keras, perjuangan buruh hari ini tak cukup hanya di jalan—ia harus masuk ke dalam sistem. Regulasi menjadi medan penting, tempat keadilan dirumuskan dan nasib pekerja ditentukan,” ujar Guntur.

Keduanya sepakat bahwa keadilan bukanlah hadiah, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan bersama, baik lewat suara, gerakan sosial, maupun kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Mereka berharap May Day tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi titik tolak gerakan yang lebih luas demi masyarakat yang adil dan sejahtera.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi