Kamis, 24 September 2026
TERKINI
Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (3 jam yang lalu) Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (10 jam yang lalu) Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (17 jam yang lalu) Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (19 jam yang lalu) Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (19 jam yang lalu) Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (20 jam yang lalu) DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (20 jam yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 28 Oktober 2019, 01:18 WIB 473 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Mainan Gerabah, Tak Lekang Oleh Waktu

Penulis: Kabiro Surakarta
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Mainan Gerabah, Tak Lekang Oleh Waktu
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

SURAKARTA, INFODESANEWS – Perkembangan zaman modern yang diiringi dengan perangkat teknologi cangih yang semakin diminati anak-anak milenial, tentunya semakin menggerus keberadaan mainan tradisional.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan pedagang mainan gerabah asal Jepara, Jateng, Suyatin (65) untuk tetap berjualan mainan tradisional di sekaten kawasan alun-alun utara (Alut) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. “Saya sudah 10 tahun berjualan mainan gerabah keliling acara even wilayah Jateng,” ujar Suyatin saat ditemui di sela kesibukannya melayani pembeli, Minggu (27/10).

Gerabah mainan yang dijual, kata dia, ukuran dan harganya bervariatif mulai dari Rp 2.000 untuk model gelas dan piring gerabah, sampai Rp 30.000 untuk celengan tanah liat ukuran sedang. “Saya jualan di sekaten sekitar setengah bulan mulai 20 Oktober ini sampai 12 November. Sewa lapaknya Rp 500.000,” jelas dia.

Selama di Solo, Suyatin mengaku ditemani suaminya, Ramadi (70) yang juga membuka lapak serupa tak jauh dari lokasi lapaknya. Seiring berjalannya waktu, kata dia, pembeli mainan gerabah mini memang tidak seramai dulu.

“Ya gempuran gadget salah satu penyebabnya. Meskipun demikian masih ada warga yang mengemari mainan gerabah. Sebagian ada yang membeli mainan ini untuk sekedar bernostalgia,” kata dia.

Hal serupa diungkapkan, Muhairil (83). Ia mengaku berjualan mainan gerabah di sekaten sejak tahun 70-an. Ia juga merasakan adanya penurunan pembeli mainan tradisional akhir-akhir tahun ini.

“Saya tetap berjualan mainan gerabah meskipun tidak seramai dulu. Lebih khawatir lagi mainan tradisional ini hilang di pasaran akibat gempuran game online di ponsel” tutur dia. (her)

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta

Kabiro Surakarta

Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi