BLORA, INFODESANEWS — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang beranggotakan 10 mahasiswa sukses menjalankan program kerja unggulan di bidang pengelolaan sampah di Desa Patalan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Program ini berfokus pada inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving blok dan sampah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC).
Ketua kelompok KKN, Jajang Nursamsi, menyampaikan harapannya agar program ini dapat terus berlanjut meskipun masa KKN telah berakhir. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12), penanganan perubahan iklim (SDG 13), serta kehidupan sehat dan sejahtera bagi masyarakat (SDG 3).
“Permasalahan sampah masih menjadi tantangan serius di Desa Patalan, baik dari segi volume yang terus meningkat maupun minimnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri,” terang Jajang.
Melihat kondisi tersebut, kelompok KKN berinisiatif merancang program pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan yang sederhana, aplikatif, dan bernilai ekonomis.
“Sampah plastik yang selama ini sulit terurai diolah melalui proses pencacahan dan pencampuran dengan bahan pengikat, kemudian dicetak menjadi paving blok,” tambahnya.
Produk paving blok ini dapat dimanfaatkan langsung untuk pembangunan fasilitas umum di lingkungan setempat, seperti jalan setapak atau area parkir sederhana. Sementara itu, sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan dedaunan diolah menjadi POC melalui proses fermentasi menggunakan larutan mikroorganisme lokal (MOL).
Pupuk cair tersebut terbukti efektif menyuburkan tanaman dan dapat digunakan warga untuk kebutuhan pertanian maupun perkebunan skala rumah tangga, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, mahasiswa KKN melaksanakan sosialisasi dan pelatihan langsung kepada warga mengenai tahapan pembuatan paving blok dan POC.
Sementara itu, Kepala Dusun Kalijalin, Meike Ayuc Aristanti, memaparkan bahwa kegiatan ini disambut antusias oleh warga karena prosesnya tergolong mudah, murah, dan dapat diterapkan secara mandiri dengan alat serta bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang telah dibagikan dapat terus dipraktikkan oleh warga secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Program pengelolaan sampah ini menjadi salah satu luaran unggulan dari rangkaian kegiatan KKN, sekaligus bukti komitmen mahasiswa dalam mendukung pencapaian target SDGs melalui aksi nyata di tingkat masyarakat.**Red