Rabu, 23 September 2026
INFODESA 07 September 2026, 08:19 WIB 1,103 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

Laporan Dinkes Lamsel: 32.415 Warga Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Jurnalis / Kontributor: Redaktur Lampung
Jumlah Tayang: 1,103 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Laporan Dinkes Lamsel: 32.415 Warga Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Hingga Minggu (6/9/2026) pukul 15.00 WIB, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Selatan mencatat sedikitnya 32.415 jiwa terdampak abu vulkanik berdasarkan laporan dari 16 puskesmas.

Berikut laporan yang diterima infodesanews.com, melalui group Media Erupsi Krakatau, Senin (7/9/2026) pukul 06.25 WIB.

Laporan harian kesehatan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Devi Arminanto, SKM., M.M, menyebutkan Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga).

Dari 28 puskesmas yang ada di Kabupaten Lampung Selatan, baru 16 puskesmas yang menyampaikan laporan terkait kondisi masyarakat terdampak.

Sebanyak 146 desa tercatat terdampak berdasarkan laporan sementara tersebut. Abu vulkanik dengan intensitas sedang hingga tebal dilaporkan mengganggu jarak pandang sekaligus berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan dan mata.

Meski jumlah warga terdampak cukup besar, hingga laporan dibuat belum terdapat warga yang mengungsi. Dinkes mencatat jumlah pengungsi masih 0 jiwa atau 0 kepala keluarga (KK).

Dinkes juga mulai memetakan kelompok masyarakat rentan yang terdampak abu vulkanik.

Data sementara mencatat sebanyak 247 balita, 14 ibu hamil/ibu menyusui, 217 lansia, serta 7 penyandang disabilitas masuk dalam kelompok rentan terdampak.

Namun, Dinkes menegaskan data tersebut masih bersifat sementara karena baru berdasarkan laporan yang masuk dari 16 puskesmas.

Dalam laporan pelayanan kesehatan, hingga pukul 15.00 WIB belum tercatat adanya kunjungan pasien yang dilaporkan secara khusus berkaitan dengan dampak erupsi.

Data sementara menunjukkan 0 pasien, 0 kasus ISPA, 0 kasus iritasi mata dan 0 kasus dermatitis/kulit.

Begitu pula dengan rujukan pasien yang masih tercatat 0 pasien.

Dinkes menyebut kondisi tersebut bukan berarti tidak ada masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, melainkan laporan pelayanan dari 16 puskesmas yang terdampak belum seluruhnya masuk.

Di tengah penanganan masyarakat terdampak, Dinkes juga mulai mengantisipasi kebutuhan alat kesehatan dan bahan medis habis pakai (BMHP).

Berdasarkan laporan 16 puskesmas, stok yang masih tersedia antara lain 3.361 box masker bedah, 290 box masker N95, 562 botol tetes mata steril, 850 box obat ISPA dan Ventolin, 2.532 kasa serta 440 botol cairan NaCl.

Namun, distribusi masker secara masif kepada masyarakat membuat sejumlah persediaan mulai menipis.

Dinkes Lampung Selatan kini membutuhkan tambahan 8.780 box masker bedah dan 5.005 botol tetes mata steril untuk mendukung penanganan di lapangan.

Dalam pelaksanaan penanganan, sejumlah kendala masih dihadapi petugas kesehatan.

Abu vulkanik dengan intensitas sedang hingga tebal dilaporkan membatasi jarak pandang kendaraan saat petugas melakukan kunjungan ke masyarakat terdampak.

Selain itu, stok masker dan tetes mata mulai menipis akibat pembagian secara masif kepada masyarakat. Ketersediaan air bersih juga masih menjadi kendala di sejumlah wilayah.

Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, puskesmas melaksanakan pelayanan kesehatan melalui poskesdes dan pustu.

Petugas juga melakukan pembagian masker sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan alat pelindung diri sederhana. Kegiatan tersebut dilakukan bersama unsur kecamatan dan kepolisian di wilayah masing-masing.

Dinkes juga terus melakukan koordinasi dengan lurah dan camat untuk memperbarui data masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan.

Dengan status GAK yang masih berada pada Level III (Siaga), Dinkes Lampung Selatan terus memantau perkembangan kondisi masyarakat dan memperkuat kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemetaan wilayah terdampak, pendataan kelompok rentan, distribusi masker, edukasi kesehatan serta pemantauan stok obat dan BMHP menjadi bagian dari langkah penanganan dampak erupsi.

Dinkes juga meminta dukungan tambahan masker dan tetes mata steril untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi apabila paparan abu vulkanik terus berlangsung.

Laporan ini merupakan kondisi berdasarkan data yang diterima Dinas Kesehatan Lampung Selatan hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 15.00 WIB dan masih dapat mengalami pembaruan seiring masuknya laporan dari puskesmas lainnya. (Red)

Iklan Penulis & Sponsor Pemerintah Kabupaten Blora - Dinas PMD Dirgahayu RI Ke-81

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi