Kamis, 24 September 2026
KHAZANAH 03 September 2026, 15:23 WIB 1,581 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

KH Ahmad Dahlan Hadir di Masta Maba UMPKU Solo, Sampaikan Pesan: “Kutitipkan Muhammadiyah Kepadamu”

Jurnalis / Kontributor: Kabiro Surakarta
Jumlah Tayang: 1,581 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

KH Ahmad Dahlan Hadir di Masta Maba UMPKU Solo, Sampaikan Pesan: “Kutitipkan Muhammadiyah Kepadamu”
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

SURAKARTA – INFODESANEWS.COM |Suasana Masa Taaruf Mahasiswa Baru (Masta) Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta (UMPKU) terasa berbeda. Sosok KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, seolah “hadir” di tengah-tengah mahasiswa baru melalui Wayang Golek Pitutur yang dimainkan oleh Ki Ustad Pujiono.

Wayang golek dengan sosok yang dibuat menyerupai KH Ahmad Dahlan tersebut menjadi media penyampaian materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam kegiatan Masta yang berlangsung di Aula Lantai 5 UMPKU Surakarta, Rabu (2/9/2026).

Di hadapan mahasiswa baru dari tiga fakultas, yakni Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Ekonomi, Sosial, dan Humaniora, Ki Ustad Pujiono menyampaikan pesan-pesan inspiratif tentang pentingnya menjadi mahasiswa Muhammadiyah yang berilmu, berkemajuan, sekaligus memiliki komitmen terhadap persyarikatan.

Melalui tokoh wayang yang menyerupai KH Ahmad Dahlan, Pujiono menghadirkan pesan seolah-olah sang pendiri Muhammadiyah menitipkan amanah kepada generasi muda.

“Kutitipkan Muhammadiyah kepadamu.”

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian mahasiswa baru. Dengan pendekatan budaya dan seni, materi Kemuhammadiyahan tidak disampaikan secara monoton, tetapi dikemas menjadi pitutur, nasihat yang dekat dengan kehidupan mahasiswa.

Dalam dialog Wayang Golek Pitutur tersebut juga disampaikan pesan agar mahasiswa terus belajar dan memiliki cita-cita tinggi.

“Teruslah belajar. Jadilah dokter, master, insinyur, bupati, menteri. Setelah sukses, kembali ke Muhammadiyah.”

Pesan itu mengandung makna bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak hanya bertujuan mencetak orang-orang yang sukses secara akademik dan profesional, tetapi juga membangun kader yang kelak kembali memberikan kontribusi bagi umat, bangsa, dan persyarikatan.

Kuliah Sekali, Jangan Salah Pilih Organisasi

Selain memperkenalkan nilai-nilai Kemuhammadiyahan, Ki Ustad Pujiono juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya memilih organisasi selama masa kuliah.

“Kuliah itu sekali, jangan sampai salah pilih organisasi,” pesannya.

Menurut Pujiono, organisasi mahasiswa merupakan ruang penting untuk membentuk karakter, kepemimpinan, memperluas jejaring, sekaligus meningkatkan kompetensi. Karena itu, mahasiswa tidak boleh sekadar memilih organisasi karena ikut-ikutan atau hanya ingin mendapatkan kesibukan tambahan.

Ia memberikan tiga tips memilih organisasi.

Pertama, pilih organisasi keagamaan yang dapat menambah iman. Organisasi harus menjadi ruang untuk memperkuat spiritualitas, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan pemahaman keislaman.

Kedua, pilih organisasi yang memiliki jenjang dan jaringan yang jelas hingga tingkat pusat. Dengan organisasi yang memiliki sistem perkaderan dan struktur yang jelas, mahasiswa akan memiliki kesempatan memperluas pengalaman dan jejaring.

Ketiga, pilih organisasi yang meningkatkan kompetensi profesi. Organisasi hendaknya menjadi laboratorium kehidupan untuk melatih kepemimpinan, komunikasi, manajemen, kerja sama, dan berbagai keterampilan yang mendukung profesi setelah lulus.

“Jangan hanya mencari organisasi yang membuat kita sibuk. Pilih organisasi yang membuat kita tumbuh,” tegasnya.

Wayang Golek Pitutur, Dakwah dengan Pendekatan Budaya

Penggunaan Wayang Golek Pitutur dalam Masta Maba UMPKU menjadi pendekatan kreatif dalam menyampaikan materi AIK. Sosok KH Ahmad Dahlan dalam bentuk wayang bukan sekadar tontonan, tetapi menjadi simbol dialog lintas generasi.

Melalui media tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa Muhammadiyah memiliki sejarah panjang, cita-cita pendidikan, gerakan dakwah, dan tanggung jawab kader untuk meneruskan perjuangan.

Ki Ustad Pujiono yang merupakan anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dikenal mengembangkan Wayang Golek Pitutur sebagai media dakwah dan pendidikan. Seni tradisional tersebut dipadukan dengan pesan-pesan keislaman, Kemuhammadiyahan, pendidikan karakter, dan motivasi generasi muda.

Kegiatan Masta diinstrukturi oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dengan didampingi Ibu Zahra. Kehadiran IMM sekaligus menjadi pengenalan awal kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Pesan “Kutitipkan Muhammadiyah Kepadamu” akhirnya menjadi refleksi penting bagi para mahasiswa baru. Mereka bukan sekadar memasuki dunia perkuliahan untuk mengejar gelar, tetapi juga sedang memasuki fase baru untuk membangun iman, ilmu, kompetensi, kepemimpinan, dan pengabdian.

Karena pada akhirnya, sebagaimana pitutur yang disampaikan melalui sosok KH Ahmad Dahlan, setinggi apa pun ilmu dan jabatan yang diraih, jangan lupa kembali mengabdi dan membesarkan Muhammadiyah. (*/Puji/Redslo)

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #KHAZANAH #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta

Kabiro Surakarta

Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi