Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (19 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 13 November 2017, 17:23 WIB 942 PDF

Kemendikbud Targetkan 659 Sekolah di Daerah 3T Menerima Bantuan TIK

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kemendikbud Targetkan 659 Sekolah di Daerah 3T Menerima Bantuan TIK
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

JAKARTA, Infodesanews.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus memberikan perhatian terhadap kemajuan pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), khususnya dalam memberikan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan penyediaan akses internet secara berkelanjutan dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Kemendikbud bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkoinfo) dalam penyediaan akses internet di sekolah-sekolah melalui program Redesain – USO (Universal Service Obligation/Kewajiban Pelayanan Universal) menyediakan akses internet di 122 Kabupaten dari 24 Provinsi di Indonesia yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 131 tahun 2015 sebagai Daerah Tertinggal tahun 2015 – 2019.

Dari 122 kabupaten tersebut terdapat 35.478 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan sebanyak 12.988 (36,60 persen) sekolah di daerah 3T belum memiliki koneksi internet sendiri, atau sudah sekitar 63,40 persen sekolah di daerah 3T sudah terkoneksi internet.

Untuk perluasan akses TIK di daerah 3T, Kemendikbud menyediakan data dan lokasi sekolah, serta rencana penggunaan akses internet yang dibutuhkan, menyiapkan sarana dan prasarana akses komputer, melakukan pelatihan kepada guru dan siswa dalam rangka pemanfaatan TIK, dan melakukan monitoring, evaluasi, dan memberikan laporan terhadap perkembangan TIK di daerah 3T.

Kemendikbud memberikan usulan dan implementasi Program USO, sampai dengan bulan Juni 2017 sebanyak 659 sekolah sudah terimplementasi program tersebut, dengan rincian 28 sekolah di Provinsi Aceh, 1 di Provinsi Bali, 7 di Provinsi Banten, 13 Provinsi Bengkulu, 16 di Provinsi Gorontalo, 2 di Provinsi Jambi, 5 di Provinsi Jawa Barat, 1 Provinsi Jawa Tengah, 14 Provinsi Jawa Timur, 34 di Provinsi Kalimantan Barat, 5 di Provinsi Kalilmantan Selatan, 6 di Provinsi Kalimantan Tengah, 6 di Provinsi Kalimantan Timur, 8 Provinsi Kalimantan Utara.

Selanjutnya 6 sekolah di Kepulauan Bangka Belitung terimplementasi Program USO, 13 di Kepulauan Riau, 11 di Provinsi Lampung, 83 di Provinsi Maluku, 47 di Provinsi Maluku Utara, 54 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), 80 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), 42 di Provinsi Papua, 23 di Provinsi Papua Barat, 12 di Provinsi Riau, 18 di Provinsi Sulawesi Barat, 10 di Provinsi Sulawesi Selatan, 25 di Provinsi Sulawesi Tengah, 5 di Provinsi Sulawesi Utara, 19 di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kemudian juga 17 di Provinsi Sumatera Barat, 18 di Provinsi Sumetara Selatan, 28 di Provinsi Sumatera Utara, dan 2 di Provinsi DI. Yogyakarta.

Dalam pengembangan TIK di daerah 3T, Kemendikbud juga telah melakukan bimbingan teknis, baik onsite maupun mengundang pengelola TIK ke Jakarta atau Surabaya. Tahun ini sudah sebanyak 164 sekolah di daerah 3T guru atau pengelola TIK diberikan pendidikan dan pelatihan. Pada tahun sebelumnya, di tahun 2015 sebanyak 67 sekolah, dan di tahun 2016 sebanyak 111 sekolah.

Selain pemberian bantuan peningkatan kompetensi guru, Kemendikbud juga memberikan sejumlah tambahan perangkat TIK bagi sekolah-sekolah tersebut. Batuan perangkat dimaksud berupa laptop, server mini lengkap dengan konten digital off line, akses point, dan LCD Proyektor. Sampai dengan tahun 2017 telah terealisasi bantuan untuk sejumlah 164 sekolah.

Untuk memberikan apresiasi kepada Kepala Daerah atas komitmen dalam kepemimpinannya mendorong pendayagunaan TIK dalam Pendidikan dan Kebudayaan, Kemendikbud memberikan Anugerah KIHAJAR tahun 2017 kepada kepala daerah tersebut. Apresiasi dilakukan berdasarkan aspek kebijakan dan anggaran, program, implementasi dan dampak atas pendayagunaan TIK untuk pendidikan

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi