Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (17 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (23 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
LIFESTYLE 29 Juli 2019, 21:27 WIB 1,721 PDF

Kelor Ternyata Bermanfaat Perangi Stunting

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kelor Ternyata Bermanfaat Perangi Stunting
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS –  Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Direktorat Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan, bekerja sama dengan Pemkab Blora dan Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI), pada hari Senin (29/7/2019) menyelenggarakan Sosialisasi Pemanfaatan Kelor.

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, sosialisasi dibuka langsung oleh Ibu Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan, Kemenperin, Ir. Enny Ratnaningtyas, MS bersama Bupati Djoko Nugroho.

Turut hadir, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Ibu Dra. Hj. Umi Kulsum, Kepala OPD terkait, para Camat dan Pengurus PKK Kecamatan se Kabupaten Blora, Puskesmas se Kabupaten Blora serta masyarakat rentan stunting.

Bupati Djoko Nugroho dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus PKK baik dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan, serta para Kepala Puskesmas se Kabupaten Blora untuk aktif mengajak ibu-ibu tingkat Desa dalam memanfaatkan kasiat tanaman kelor.

“Bicara kelor, bukan berarti bicara klenik. Tapi bicara tentang kasiatnya untuk kesehatan. Tanaman kelor ternyata mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan termasuk mencegah stunting atau kekerdilan. Banyak orang dari luar negeri yang datang ke Blora untuk belajar mengolah kelor. Kita sendiri sebagai orang asli Blora juga harus lebih paham tentang kelor,” ucap Bupati.

“Ibu-ibu PKK harus bisa cerewet kepada ibu-ibu lainnya agar mau ikut mengonsumsi kelor. Makan kelor tidak harus berbentuk biji atau serbuk. Bisa disayur, dicampurkan dengan makanan lain agar anak-anak mau makan. Nanti akan dijelaskan bagaimana saja cara konsumsi kelor,” lanjut Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta testimoni dari beberapa orangtua yang berhasil menambah tinggi dan berat badan anaknya setelah rutin mengonsumsi kelor, serta memberikan bingkisan kepadanya.

Sementara itu, Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan, Kemenperin, Ir. Enny Ratnaningtyas, MS mengapresiasi adanya sentra kelor di Kabupaten Blora. Pihaknya ingin seluruh warga Blora bisa ikut memanfaatkan kelor guna peningkatan gizi masyarakat.

“Kelor di Blora sangat bagus dan banyak diminati. Oleh karena itu kita ingin agar seluruh warga Blora bisa memanfaatkannya agar tidak lagi terjadi stunting. Dari data yang ada masih sekitar 30 persen balita di Blora menderita stunting,” ungkapnya.

Setelah mengonsumsi kelor, Bu Direktur menyarankan agar beragam produk kelor yang dibuat bisa dipatenkan agar Blora semakin dikenal berkat aneka produk olahan kelornya.

Usai pembukaan dilanjutkan dengan sosialisasi. Adapun yang bertindak sebagai pembicara adalah Ir. Ai Dudi Krisnadi dari Puri Kelorina, kemudian Ir. Retno Sri Endah Lestari, M.Sc, PhD, Ir. Ferry Soraya M.SIE, Dra Euis Saedah M.Sc yang ketiganya dari ISWI Jakarta.

Ir. Ai Dudi Krisnadi mengatakan bahwa pohon kelor adalah pohon ajaib atau ‘miracle tree’. Terutama di bagian daunnya. Sebagaimana kelompok sayuran maka daun kelor kaya vitamin, mineral, serat dan fitokimia. Dan kandungan vitamin dan mineralnya dibanding sayuran lain pada umumnya lebih tinggi kelor.

“Menurut sebuah penelitian, vitamin A di daun kelor empat kali lebih tinggi daripada wortel dan vitamin C tujuh kali lebih tinggi dari jeruk. Dengan kandungan yang bisa menangkal radikal bebas tersebut, stres oksidatif juga bisa dikurangi,” ujarnya.

Usai sosialisasi, dilanjutkan dengan kunjungan ke Pusat Pengembangan Tanaman Kelor “Puri Kelorina” di Desa Ngawenombo, Kecamatan Kunduran. **Tim Liputan Blora/Red.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #LIFESTYLE #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi