Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (16 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
NASIONAL 18 Agustus 2026, 13:40 WIB 685 PDF

Kartu Kuning untuk Kejaksaan Blora, Mat Tohek Sampaikan Enam Tuntutan

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kartu Kuning untuk Kejaksaan Blora, Mat Tohek Sampaikan Enam Tuntutan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Aktivis Blora, Mat Tohek, menyatakan sikap dengan melakukan aksi simbolis membawa “Kartu Kuning” yang ditujukan kepada Kejaksaan Negeri Blora. Aksi tersebut merupakan bentuk kritik sekaligus pengingat agar seluruh pihak terkait pembangunan Sekolah Rakyat menjalankan tugas secara transparan dan profesional.

Mat Tohek menegaskan, aksi ini bukan sekadar mencari perhatian, melainkan penyampaian aspirasi masyarakat agar persoalan yang terjadi dapat diusut secara terang-benderang.

“Kartu kuning ini sebagai hadiah dari pribumi untuk simbolisasi kepada Kejaksaan Negeri Blora. Jika tidak ada penyelesaian, kartu kuning ini akan menuju kartu merah,” tegasnya, Selasa (18/8/2026).

Dalam pernyataan sikapnya, Mat Tohek menyampaikan sejumlah tuntutan:

1. Mengembalikan uang Rp300 ribu melalui Kejaksaan sebagai upaya membuka jalan menuju keadilan

2. Meminta Kejaksaan dan Polres Blora mengusut dugaan aliran dana tersebut secara tuntas

3. Meminta DPRD Blora memastikan netralitas ASN dalam pembangunan Sekolah Rakyat

4. Meminta kontraktor dan ASN terkait memberikan klarifikasi serta permintaan maaf terbuka jika terbukti bersalah

5. Menegaskan seluruh tuntutan dilandasi kecintaan terhadap Kabupaten Blora

6. Meminta BKD mengambil tindakan sesuai ketentuan jika ASN terbukti terlibat

“Sekolah Rakyat dibangun dari pajak dan uang rakyat. Jangan dinodai dengan dosa-dosa terselubung. Kami menolak bungkam. Kami ingin pembangunan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Mat Tohek berharap aparat penegak hukum dan lembaga legislatif menerima aspirasi tersebut sebagai bentuk kontrol sosial. Jika persoalan tidak mendapatkan kejelasan, perjuangan masyarakat akan berlanjut menuju “kartu merah”.

“Kami pribumi, kami cinta Blora, kami menolak bungkam. Panjang umur perjuangan, panjang umur hal-hal baik,” pungkasnya.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi