LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Beredarnya informasi di media sosial terkait seorang anak di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, yang disebut mengalami bibir sumbing sejak usia dini namun belum mendapatkan penanganan medis, mendapat respons langsung dari UPT Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo.
Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, Putri Handayani, memastikan persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti. Pasien akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kondisi yang dialaminya.
Penegasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang sekaligus memastikan masyarakat bahwa kasus tersebut menjadi perhatian pihak Puskesmas.
“Pasien akan segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut sesuai kondisi pasien jelas Putri pada infodesanews.com, Rabu (19/8/2026)
Jangan Berhenti di Informasi Media Sosial
Putri juga menyoroti pentingnya komunikasi berjenjang antara keluarga pasien, bidan desa, pemerintah desa dan Puskesmas.
Menurutnya, persoalan pelayanan kesehatan masyarakat seharusnya tidak menunggu informasi berkembang di media sosial terlebih dahulu. Bidan desa dan pemerintah desa memiliki peran penting untuk menyampaikan kondisi warga secara cepat kepada Puskesmas, terutama apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus.
Ia meminta bidan desa dan Pemdes lebih aktif memberikan informasi kepada masyarakat maupun pihak Puskesmas agar persoalan kesehatan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.
“Peran bidan desa dan pemerintah desa sangat penting. Kalau ada kondisi warga yang membutuhkan penanganan, segera diinformasikan sehingga bisa kita tindak lanjuti. Jangan sampai informasi yang belum lengkap justru menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” tegasnya.
Puskesmas: Koordinasi Harus Diperkuat
Kasus ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi pelayanan kesehatan hingga tingkat desa.
Bidan desa tidak hanya dituntut hadir ketika ada kegiatan pelayanan, tetapi juga harus mampu menjadi mata dan telinga pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Begitu pula pemerintah desa, yang memiliki akses langsung terhadap kondisi sosial warganya.
Jika ditemukan warga dengan kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus, informasi tersebut idealnya segera diteruskan melalui jalur pelayanan yang tersedia.
Dengan begitu, penanganan tidak harus menunggu munculnya keluhan di media sosial atau pemberitaan publik.
Pasien Kini Menunggu Tindak Lanjut Rujukan
Sementara itu, terhadap pasien yang menjadi sorotan dalam pemberitaan tersebut, UPT Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo memastikan langkah berikutnya adalah proses rujukan ke rumah sakit.
Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, Putri, memastikan pasien tersebut akan segera dirujuk pada hari ini ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut sesuai kondisi pasien.
Hal yang paling penting saat ini adalah memastikan pasien benar-benar mendapatkan akses pemeriksaan dan penanganan medis yang diperlukan.
Puskesmas juga berharap masyarakat tidak hanya melihat persoalan dari informasi yang beredar, tetapi memberikan ruang bagi pihak medis dan pemerintah desa untuk melakukan penanganan berdasarkan kondisi pasien yang sebenarnya.
Di sisi lain, munculnya kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan harus terdata, terpantau dan ditindaklanjuti.
Jangan sampai persoalan baru bergerak setelah menjadi sorotan publik.
Kasus ini bukan sekadar soal siapa yang terlambat mengetahui. Yang lebih penting, bagaimana setelah diketahui, pasien benar-benar mendapatkan penanganan. Koordinasi Puskesmas, bidan desa dan pemerintah desa harus bekerja nyata di lapangan, bukan sekadar berhenti pada laporan. (Red)