LAMPUNG SELATAN INFODESANEWS — Menutup rangkaian masa Reses II Tahun 2026, anggota DPRD Lampung Selatan Fraksi Gerindra, Dwi Riyanto, memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan aspirasi masyarakat yang disampaikan selama masa reses benar-benar terlihat kondisi dan kebutuhannya.
Setelah sebelumnya menggelar berbagai pertemuan dengan masyarakat di daerah pemilihannya yang meliputi Kecamatan Merbau Mataram, Tanjung Bintang dan Tanjung Sari, Dwi Riyanto melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik yang menjadi lokus usulan warga, Minggu (23/8/2026).
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah jalan pertanian menuju Kali Cabang, Desa Jatibaru, Kecamatan Tanjung Bintang. Jalan tersebut kondisinya disebut sudah rusak parah dan belum tersentuh pembangunan secara memadai.
Didampingi aparatur Desa Jatibaru, Dwi Riyanto meninjau langsung akses yang selama ini menjadi jalur penting bagi para petani dari Desa Jatibaru, Jati Indah dan Srikaton.
Persoalan tidak hanya pada kondisi jalan. Di titik Sungai Kali Cabang, warga juga menghadapi ancaman banjir setiap kali musim hujan tiba.
Kondisi tersebut membuat akses semakin sulit dilalui, terutama kendaraan yang digunakan untuk mengangkut hasil pertanian.
“Ini bukan sekadar persoalan jalan rusak. Ini menyangkut akses ekonomi masyarakat. Kalau akses hasil pertanian terganggu, tentu berdampak langsung terhadap petani,” ujar Dwi Riyanto saat meninjau lokasi.
Menurutnya, aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam masa reses harus dilihat secara langsung agar kebutuhan pembangunan yang diusulkan memiliki gambaran yang jelas mengenai kondisi di lapangan.
Salah seorang warga, Mustofa Satibi, mengatakan perbaikan jalan dan pembangunan jembatan di Sungai Kali Cabang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Jalan ini akses utama untuk mengangkut hasil pertanian. Kami berharap bisa dilakukan pengaspalan dan dibangun jembatan, karena kalau musim hujan sering banjir dan sulit dilewati,” ungkapnya.
Mustofa menjelaskan, akses tersebut digunakan petani untuk mengangkut berbagai hasil pertanian, mulai dari padi, jagung hingga singkong.
Selain itu, aktivitas pengangkutan hasil perkebunan seperti karet dan sawit juga berlangsung rutin setiap pekan melalui jalan tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa jalan pertanian tersebut bukan sekadar jalan lingkungan, melainkan menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat tiga desa.
Dwi Riyanto menegaskan, hasil kunjungan lapangan tersebut akan menjadi bagian dari bahan yang akan diperjuangkan melalui fungsi dan kewenangannya sebagai anggota DPRD Lampung Selatan.
Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat kebutuhan infrastruktur pertanian secara lebih serius, terutama akses yang memiliki fungsi langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Aspirasi sudah disampaikan warga, sekarang kita lihat kondisinya. Tentu kita akan perjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah. Yang paling penting, kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan,” tegasnya.
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian Reses II Tahun 2026 Dwi Riyanto. Dari ruang pertemuan hingga turun langsung ke jalan pertanian, reses kali ini menegaskan pentingnya memastikan setiap aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah. (Red)