SOLO — INFODESANEWS.COM | Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara menggelar Hari Bermuhammadiyah dengan menghadirkan pengajian bertajuk “Meneladani Nabi, Mencerahkan Negeri”, Ahad (6/9/2026). Kegiatan berlangsung di Perguruan Masjid Al Amin Bibis Luhur, Nusukan, Banjarsari, Kota Surakarta.
Kegiatan yang diikuti keluarga besar Muhammadiyah Solo Utara tersebut menghadirkan Ust. Pujiono, S.Pd., S.Si., MM, dai Wayang Golek Pitutur sekaligus dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, sebagai pemateri.

Ketua PCM Solo Utara Abdul Muntholib, M.Ag., turut hadir bersama jajaran pimpinan dan tokoh Muhammadiyah. Nampak hadir pula Dr. Suyanto, Wakil Rektor III UMPKU, Joko Riyanto, M.Hum., Ahmad Sukidi, Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah, serta sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya seperti Sumanto, Ahzari, Sutan Muda, dan Nanang.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan organisasi otonom Muhammadiyah di wilayah Solo Utara. Di antaranya TK Aisyiyah Al Amin, SD Muhammadiyah 22 Sruni, SD Muhammadiyah 3, SD Muhammadiyah 5 Solo, SMP Muhammadiyah 2, SMK Muhammadiyah 5, serta jajaran Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA).
Dalam tausiyahnya, Ust. Pujiono mengajak jamaah menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam seluruh aspek kehidupan. Menurutnya, mencintai Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya dengan memperbanyak ungkapan cinta dan shalawat, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
“Meneladani Nabi berarti menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan. Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang jujur, amanah, cerdas, penyayang, sekaligus memiliki kepedulian besar terhadap umat dan lingkungan sosialnya,” tuturnya.

Untuk menguatkan pesan tersebut, Ust. Pujiono menggunakan Wayang Golek Pitutur sebagai media dakwah. Wayang tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi dikembangkan sebagai sarana menyampaikan nilai-nilai Islam secara komunikatif, kreatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa spirit “Meneladani Nabi, Mencerahkan Negeri” harus menjadi gerakan bersama warga Muhammadiyah. Keteladanan Nabi perlu diterjemahkan menjadi budaya keluarga, sekolah, masjid, organisasi, dan masyarakat.
“Kalau kita ingin mencerahkan negeri, maka mulailah dari diri sendiri. Jadilah pribadi yang menghadirkan kejujuran, adab, ilmu, kepedulian dan kemanfaatan bagi orang lain. Itulah bagian dari meneladani Rasulullah SAW,” ungkapnya.
Kegiatan Hari Bermuhammadiyah PCM Solo Utara semakin meriah dengan sejumlah kegiatan pendukung, antara lain cek kesehatan gratis, ekspo pendidikan, dan bazar. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan sinergi antar-AUM, Ortom, serta warga Muhammadiyah Solo Utara.
Melalui kegiatan tersebut, PCM Solo Utara meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan, menggembirakan, berkemajuan, dan dekat dengan masyarakat. Semangat meneladani Rasulullah SAW diharapkan tidak berhenti dalam forum pengajian, tetapi diwujudkan dalam amal nyata untuk memberikan kemanfaatan bagi umat dan bangsa. (*/Puji/Redslo)