Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (16 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
LIFESTYLE 22 September 2024, 08:32 WIB 1,363 PDF

Immanuel Kant: Filsuf yang Mengubah Paradigma Pemikiran Modern

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Immanuel Kant: Filsuf yang Mengubah Paradigma Pemikiran Modern
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Sejarah – Immanuel Kant, lahir pada 22 April 1724 di Konigsberg (sekarang Kaliningrad, Rusia), adalah salah satu filsuf paling berpengaruh dalam sejarah pemikiran Barat.

Karyanya telah membentuk banyak aspek dalam filsafat, sains, dan etika.

Kant dikenal karena teorinya yang mendalam tentang epistemologi dan etika, terutama dalam karyanya “Critique of Pure Reason” dan “Groundwork for the Metaphysics of Morals”.

Dalam “Critique of Pure Reason”, Kant mengajukan pertanyaan penting mengenai bagaimana manusia memahami dunia.

Ia mengembangkan ide bahwa pengalaman dan pemikiran saling berinteraksi untuk membentuk pengetahuan.

Salah satu konsep paling terkenal dari Kant adalah imperatif kategoris, yang menyatakan bahwa tindakan moral harus dapat diterapkan secara universal.

Dengan kata lain, seseorang harus bertindak hanya menurut prinsip yang dapat diterima oleh semua orang.

Pemikiran ini menjadi dasar bagi moralitas yang universal dan memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan teori etika.

Kant meninggal pada 12 Februari 1804, tetapi pengaruhnya terus berlanjut hingga kini. Pemikirannya membuka jalan bagi perkembangan filsafat modern dan menjadi rujukan penting dalam banyak disiplin ilmu.

Karya-karyanya menginspirasi banyak filsuf dan ilmuwan setelahnya, termasuk pemikir-pemikir seperti Hegel, Marx, dan Heidegger.

Kant juga memperkenalkan pendekatan kritis terhadap ilmu pengetahuan, yang memengaruhi perkembangan metode ilmiah.

Konsep-konsepnya tentang moralitas dan kebebasan individu masih relevan dalam diskusi etika dan politik saat ini.

Immanuel Kant adalah tokoh yang tidak hanya mempengaruhi filsafat, tetapi juga sains dan etika.

Pemikirannya yang mendalam mengajak kita untuk merenungkan makna pengetahuan dan moralitas, menjadikannya salah satu filsuf terpenting dalam sejarah.*Red/Adi.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #LIFESTYLE #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi