Jumat, 25 September 2026
TERKINI
Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (4 jam yang lalu) Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (11 jam yang lalu) Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (18 jam yang lalu) Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (20 jam yang lalu) Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (20 jam yang lalu) Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (21 jam yang lalu) DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (21 jam yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 06 April 2020, 13:06 WIB 2,496 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Heboh, Usai Mudik Emak-emak Marah Tolak Karantina Mandiri

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Heboh, Usai Mudik Emak-emak Marah Tolak Karantina Mandiri
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO INFODESANEWS, Seorang emak-emak warga Sondakan, Laweyan, Solo usai mudik dari Jakarta marah-marah saat didata petugas untuk melakukan karantina mandiri. Aksi tersebut membuat tim petugas anggota Linmas, TNI dan Polri yang melakukan pendataan geram. Kejadian tersebut dibenarkan Lurah Sondakan, Laweyan, Solo, Prasetyo Utomo. “Ya benar ada kejadian warga saya ngomel-ngomel kepada petugas tim penanggulangan Covid-19 Pemkot Solo, saat hendak dilakukan pendataan usai mudik dari Jakarta,” kata Prasetyo, Senin (6/4).

Prasetyo mengatakan sesuai prosedur, orang yang baru datang dari zona merah Covid-19 harus melakukan karantina mandiri dan ditetapkan sebagai orang dalam perantauan (ODP). Emak-emak tersebut tiba di Solo tanggal 28 Maret 2020. “Petugas yang mendapatkan informasi dari warga setempat melakukan pendataan pada 30 Maret 2020, tetapi malah marah-marah ke petugas,” kata dia.

Namun Prasetyo mengatakan masalah tersebut sudah diselesaikan. Emak-emak tersebut telah bersedia didata dan menyatakan sanggup melakukan karantina mandiri selama 14 hari. “Ya biasa lah, hanya kesalah pahaman. Emak-emak itu akhirnya bersedia dikarantina mandiri di rumah,” tutur dia.

Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyayangkan hal tersebut mengingat Pemkot Solo berkomitmen penuh untuk memutus mata rantai Covid-19. Warga harusnya tertib jika tidak ingin Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 di Solo diperpanjang lagi. “Jangan mentang-mentang orang kaya terus seperti itu. Suaminya sudah saya telepon, tadi sudah saya suruh minta maaf ke petugas,” ujar Rudy.

Rudy memperingatkan masyarakat yang melakukan karantina mandiri agar tertib. Kalau mendapati ODP ngeyel keluyuran akan dijemput paksa petugas untuk dimasukkan ke rumah karantina milik Pemkot Solo. (hr/tl/mi)

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi