Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 29 November 2018, 07:12 WIB 2,165 PDF

Gapoktan Binaan Jateng Raih Penghargaan Ketahanan Pangan BI

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Gapoktan Binaan Jateng Raih Penghargaan Ketahanan Pangan BI
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

JAKARTA, INFODESANEWS – Keberhasilan Jateng membina klaster terbaik pendukung ketahanan pangan nasional kategori pengendali inflasi Sub Sektor Klaster Tanaman di terimakan kepada kepada Kelompok Tani Padi Organik Al-Barokah, Susukan Kabupaten Semarang di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jl Gatot Subroto Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Penghargaan tersebut diberikan oleh Bank Indonesia (BI) yang di hadiri Presiden RI Joko Widodo, sejumlah menteri kabinet kerja dan seluruh Gubernur di Indonesia termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Pada kesempatan itu, Ganjar mengaku bangga ada perwakilan dari Jawa Tengah yang mendapat penghargaan tersebut.

“BI memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh, tidak hanya dari dunia perbankan, namun juga yang memiliki semangat usaha. Dan ternyata dari Jateng ada satu, yakni Kelompok Tani Al-Barokah dari Susukan binaan Pemprov Jateng. Ini sangat membanggakan,” kata dia.

Lebih lanjut Ganjar menerangkan, apa yang dilakukan oleh Kelompok Tani Al-Barokah merupakan revolusi besar dari berbagai bidang. Pertama, pertanian mereka terjaga karena organik dan tidak tergantung pada pupuk kimia dan kualitas beras yang dihasilkan juga bagus dan bernilai tinggi.

“Yang menarik, ini terus tumbuh tiap tahun dan luasannya terus bertambah. Ini sangat inspiratif makanya mendapat penghargaan,” terangnya.

Ganjar sendiri mengatakan sudah beberapa kali menengok sistem kerja Kelompok Tani Al-Barokah tersebut. Dan dirinya berharap apa yang diraih ini menjadi penyemangat untuk berbuat lebih baik.

“Saya meminta kepada Kelompok Tani Al-Barokah agar tolong tetanggamu, temanmu dan kelompok tani lainnya ditulari ilmu dan pengalaman, agar pertanian Jawa Tengah semakin maju dan berkembang,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Al-Barokah Susukan, Mustofa mengaku senang dengan penghargaan yang diberikan oleh BI tersebut. Menurutnya, penghargaan itu akan semakin menambah motivasi dan semangat anggota kelompok tani.

“Senang sekali, jerih payah teman-teman petani mendapatkan hasil maksimal. Apa yang kami lakukan sejak tahun 1998 tidak sia-sia dan sekarang mendapat penghargaan ini,” kata dia.

Mustofa menerangkan, Kelompok Tani Al-Barokah merupakan kelompok tani yang fokus pada pengembangan padi organik. Kelompok tani ini memiliki anggota 872 petani dengan luasan lahan mencapai 200 hektare.

“Ke depan, kami akan terus menambah luasan lahan dan merangkul lebih banyak teman-teman petani lainnya agar fokus pada pertanian organik. Tentu kualitas produk juga akan semakin kami tingkatkan,” tambahnya.

Mustofa menerangkan, hasil pertanian organik saat ini banyak dilirik oleh para konsumen. Dengan menekuni pertanian organik, maka kesejahteraan petani akan semakin meningkat.

“Sekarang saja anggota kami banyak yang sejahtera karena hasil pertanian organik ini. Sebagai perbandingan, beras biasa mungkin hanya dihargai paling mahal Rp9000 perkilogram, namun beras organik bisa dihargai Rp15 ribu perkilogram,” pungkasnya.(***Red/Humas Jateng)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi