BANDAR LAMPUNG, INFODESANEWS — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta instansi terkait.
Berdasarkan Press Release Perkembangan Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026), Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Status Level III (Siaga).
Pemantauan dalam 24 jam terakhir mencatat lima kali erupsi. Erupsi terjadi pada pukul 05.08 WIB dengan durasi 15 detik, pukul 05.34 WIB selama 10 detik, pukul 07.49 WIB selama 19 detik, dan pukul 11.34 WIB selama sekitar 17 detik.
Sementara itu, aktivitas erupsi kembali terjadi pada pukul 17.56 WIB dengan durasi mencapai 31 detik. Erupsi kelima tersebut tercatat sebagai erupsi dengan durasi lebih dari 20 detik.
Aktivitas erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum sekitar 54 milimeter. Kondisi angin bergerak menuju barat laut dan utara dengan kecepatan kategori rendah hingga sedang, sehingga arah sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi angin.
Pembelajaran Daring Diperpanjang
Menyikapi peningkatan aktivitas erupsi tersebut, terutama erupsi pukul 17.56 WIB, Pemerintah Provinsi Lampung memperpanjang pelaksanaan pembelajaran secara daring/PJJ pada 9 hingga 10 September 2026.
Kebijakan tersebut juga mempertimbangkan arah pergerakan angin yang menuju barat laut dan utara wilayah Provinsi Lampung.
Pemprov Lampung mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pengunjung untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Selain itu, masyarakat diminta menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, serta menutup pintu, jendela dan ventilasi rumah saat terjadi paparan abu vulkanik.
Bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan maupun iritasi mata dan kulit, diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan.
Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BPBD dan pemerintah daerah.
Pemprov Siapkan Sejumlah Langkah Penanganan
Pemerintah Provinsi Lampung bersama BNPB dan pemerintah kabupaten/kota terus melakukan langkah antisipasi.
Di antaranya koordinasi operasi modifikasi cuaca (OMC), distribusi masker kepada masyarakat terdampak dan berpotensi terdampak, penyiraman di sejumlah wilayah untuk mengurangi paparan abu, serta peningkatan kesiapsiagaan Tim Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan.
Pemerintah juga melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap abu vulkanik dan memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya bidang kesehatan, transportasi, lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Sementara itu, Pusdalops BPBD Provinsi Lampung melakukan pemantauan dan diseminasi informasi setiap enam jam, sedangkan BPBD kabupaten/kota diminta meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.
Pemprov Lampung Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama
Di tengah kondisi tersebut, Pemprov Lampung juga akan melaksanakan salat istisqa berjamaah dan doa bersama pada Kamis, 10 September 2026 pukul 09.00 WIB di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah bersama masyarakat dalam menghadapi kondisi yang terjadi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama seluruh instansi terkait dan mengambil langkah penanganan sesuai kondisi terkini di lapangan. (Red/ Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Lampung
Dokumen: Press Release Perkembangan Aktivitas Gunung Anak Krakatau, 8 September 2026