Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (16 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
INFODESA 08 September 2026, 21:12 WIB 947 PDF

GAK Kembali Erupsi, Pemprov Lampung Perpanjang Pembelajaran Daring Hinga 9-10 September

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

GAK Kembali Erupsi, Pemprov Lampung Perpanjang Pembelajaran Daring Hinga 9-10 September
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

BANDAR LAMPUNG, INFODESANEWS — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta instansi terkait.

Berdasarkan Press Release Perkembangan Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026), Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Status Level III (Siaga).

Pemantauan dalam 24 jam terakhir mencatat lima kali erupsi. Erupsi terjadi pada pukul 05.08 WIB dengan durasi 15 detik, pukul 05.34 WIB selama 10 detik, pukul 07.49 WIB selama 19 detik, dan pukul 11.34 WIB selama sekitar 17 detik.

Sementara itu, aktivitas erupsi kembali terjadi pada pukul 17.56 WIB dengan durasi mencapai 31 detik. Erupsi kelima tersebut tercatat sebagai erupsi dengan durasi lebih dari 20 detik.

Aktivitas erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum sekitar 54 milimeter. Kondisi angin bergerak menuju barat laut dan utara dengan kecepatan kategori rendah hingga sedang, sehingga arah sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi angin.

Pembelajaran Daring Diperpanjang
Menyikapi peningkatan aktivitas erupsi tersebut, terutama erupsi pukul 17.56 WIB, Pemerintah Provinsi Lampung memperpanjang pelaksanaan pembelajaran secara daring/PJJ pada 9 hingga 10 September 2026.

Kebijakan tersebut juga mempertimbangkan arah pergerakan angin yang menuju barat laut dan utara wilayah Provinsi Lampung.

Pemprov Lampung mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pengunjung untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, masyarakat diminta menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, serta menutup pintu, jendela dan ventilasi rumah saat terjadi paparan abu vulkanik.

Bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan maupun iritasi mata dan kulit, diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan.

Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BPBD dan pemerintah daerah.

Pemprov Siapkan Sejumlah Langkah Penanganan
Pemerintah Provinsi Lampung bersama BNPB dan pemerintah kabupaten/kota terus melakukan langkah antisipasi.

Di antaranya koordinasi operasi modifikasi cuaca (OMC), distribusi masker kepada masyarakat terdampak dan berpotensi terdampak, penyiraman di sejumlah wilayah untuk mengurangi paparan abu, serta peningkatan kesiapsiagaan Tim Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan.

Pemerintah juga melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap abu vulkanik dan memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya bidang kesehatan, transportasi, lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Pusdalops BPBD Provinsi Lampung melakukan pemantauan dan diseminasi informasi setiap enam jam, sedangkan BPBD kabupaten/kota diminta meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.

Pemprov Lampung Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama
Di tengah kondisi tersebut, Pemprov Lampung juga akan melaksanakan salat istisqa berjamaah dan doa bersama pada Kamis, 10 September 2026 pukul 09.00 WIB di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah bersama masyarakat dalam menghadapi kondisi yang terjadi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama seluruh instansi terkait dan mengambil langkah penanganan sesuai kondisi terkini di lapangan. (Red/ Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Lampung
Dokumen: Press Release Perkembangan Aktivitas Gunung Anak Krakatau, 8 September 2026

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi