Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (16 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 08 Mei 2026, 17:22 WIB 1,739 PDF

Front Blora Selatan Soroti Program Bantuan Tebu, Jangan Hanya Serapan Anggaran

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Front Blora Selatan Soroti Program Bantuan Tebu, Jangan Hanya Serapan Anggaran
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Front Blora Selatan menyoroti pelaksanaan program bantuan pengembangan tebu di Kabupaten Blora agar berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan riil petani di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum pembahasan pengembangan kawasan tebu Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ruang Rapat Komisi B DPRD Kabupaten Blora, Jumat (8/5/2026)

Front Blora Selatan, Exi Wijaya menegaskan bahwa bantuan tebu dari Pemerintah harus benar-benar menyentuh petani aktif, bukan sekadar proyek formalitas atau mengejar serapan anggaran.

“Kami memastikan agar bantuan tebu tepat sasaran dan berbasis kebutuhan riil petani, bukan sekadar proyek atau serapan anggaran,” tegasnya.

Exi menilai Pemerintah perlu memastikan validitas data penerima bantuan secara detail, meliputi identitas petani, luas lahan garapan, tingkat produktivitas, hingga kepastian bahwa penerima benar-benar aktif menanam tebu.

“Tolak ukurnya harus jelas. Siapa petani penerima, berapa luas lahannya, produktivitasnya, apakah aktif menanam, dan apakah ada jaminan hasil panen terserap,” ujarnya.

Tanpa pengawasan dan perencanaan matang, bantuan berpotensi tidak efektif dan merugikan petani.

“Kalau tidak, bantuan hanya jadi perampokan anggaran, sementara di lapangan tebu tetap numpuk di pinggir jalan dan petani menanggung kerugian,” katanya.

Lanjutnya, berharap Pemerintah Daerah, DPRD, dan pihak terkait memperkuat pengawasan serta transparansi program bantuan tebu agar berdampak nyata pada kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman, mengakui masih kekurangan calon lokasi dan petani. Dari target 1.000 hektare, baru tercapai 350 hektare.

“Pertemuan ini dapat membantu memenuhi target perluasan tebu,” ucapnya.

Lanjutnya terkait bantuan, Ngaliman menyebutkan usulan lahan hutan yang setelah diverifikasi luasnya tidak sesuai.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi