Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (16 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 13 Maret 2026, 09:47 WIB 2,585 PDF

Fokus Pembangunan Blora 2027: Genjot Produktivitas Daerah, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Fokus Pembangunan Blora 2027: Genjot Produktivitas Daerah, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Pemerintah Kabupaten Blora resmi mematok peningkatan produktivitas daerah serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai fokus utama pembangunan pada Tahun 2027. Hal ini mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Kantor Bapperida Blora, Kamis (12/3/2026).

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, yang membuka acara tersebut menyatakan bahwa prioritas ini diambil karena Blora memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, kehutanan, serta UMKM yang perlu dioptimalkan. Selain itu, peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal dinilai sangat prospektif.

“Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkap Mas Arief, sapaan akrab Bupati.

Orang nomor satu di Blora itu menjelaskan bahwa penyusunan RKPD tahun 2027 telah melalui proses partisipatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas.

Sekretaris Bapperida Blora, Antonius Nugrahanto, ST, dalam laporannya memaparkan bahwa proses penjaringan aspirasi telah menghasilkan ribuan usulan prioritas. Dari Musrenbang desa dan kelurahan tercatat 3.892 usulan, sementara dari tingkat kecamatan dihimpun 144 usulan.

Partisipasi kelompok spesifik juga digalakkan. Musrenbang Gen-Z, perempuan, dan kelompok rentan menghasilkan 45 usulan, pra-Musrenbang tematik stunting sebanyak 98 usulan, dan pra-Musrenbang RKPD kabupaten sebanyak 48 usulan.

“Hingga 5 Maret kemarin di SIPD tercatat 3.961 usulan aspirasi masyarakat dari berbagai unsur. Sementara dari DPRD Kabupaten Blora melalui pokir DPRD ada 2.218 usulan,” terang Anton.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arief Rohman juga memaparkan capaian pembangunan selama setahun terakhir sebagai modal menuju 2027. Di bidang infrastruktur, program Dalane Sansoyo Alus berhasil menganggarkan hampir Rp430 miliar untuk rekonstruksi jalan sepanjang 121,14 kilometer, termasuk Inpres Jalan Daerah sepanjang 20,81 kilometer.

Berkat program tersebut, kondisi jalan mantap di Kabupaten Blora saat ini mencapai 69,51 persen. “Jadi masih kurang 30 persen, semoga nanti sisa 4 tahun kepemimpinan kami bersama Bu Wakil Bupati bisa menyelesaikan jalan yang belum mantap,” harapnya.

Pembangunan infrastruktur juga didukung oleh APBD provinsi dan APBN, seperti pembangunan Bendungan Cabean, embung, perbaikan irigasi, serta perluasan jaringan air bersih yang kini menjangkau 247 rumah tangga. Program Omahe Pantes telah menangani 1.102 unit rumah tidak layak huni, dan program Dalane Dadi Padang berhasil memasang 658 unit penerangan jalan umum.

Capaian positif juga terlihat di sektor ekonomi dan kesejahteraan sosial. Nilai investasi di Blora pada triwulan III tahun 2025 mencapai Rp1,729 triliun, dengan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 1,16 juta orang. Angka kemiskinan pun berhasil ditekan dari 11,42 persen di tahun 2024 menjadi 10,58 persen di tahun 2025, dengan 1.882 orang berhasil tergraduasi dari kemiskinan.

Musrenbang yang dihadiri perwakilan kepala daerah dari Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Rembang, Pati, dan Grobogan tersebut menjadi puncak dari rangkaian panjang tahapan perencanaan yang dimulai dari Musrenbang desa, forum konsultasi publik, hingga berbagai pra-Musrenbang tematik.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi