Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (16 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 19 Juni 2026, 12:46 WIB 499 PDF

Dugaan Pelanggaran Etik Oknum PPPK di Disdik Blora, BKPSDM Akui Belum Terima Laporan

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dugaan Pelanggaran Etik Oknum PPPK di Disdik Blora, BKPSDM Akui Belum Terima Laporan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Isu dugaan pelanggaran etik berupa perselingkuhan yang melibatkan dua oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora mulai mencuat ke publik. Hingga saat ini, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blora menyatakan belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.

Kepala BKPSDM Kabupaten Blora, Heru Eko Wiyono, saat dikonfirmasi awak media, mengaku belum ada pengaduan yang masuk ke lembaganya. Menurutnya, pelanggaran ringan semacam ini idealnya diselesaikan di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.

“Belum ada laporan masuk ke BKPSDM,” ujarnya singkat, Jum’at (19/6/2026).

Hal senada juga disampaikan terkait mekanisme penanganan awal. Heru menegaskan bahwa permasalahan dugaan pelanggaran etik tersebut menjadi kewenangan internal Dinas Pendidikan untuk menyelesaikannya terlebih dahulu.

“Jadi perlakuan terhadap permasalahan apapun pengaduan itu, yang pertama kali untuk menindaklanjuti itu adalah atasan langsung masing-masing,” jelasnya.

Meskipun demikian, langkah penyelesaian internal ini menuai kritik. Aktivis Aliansi Cah mBloro, Lilik Prayogo, menilai proses yang dilakukan oleh dinas sendiri dinilai tidak objektif dan menimbulkan kecurigaan adanya keberpihakan.

“Saya curiga dinas bermain. Tidak objektif karena diselesaikan dinas sendiri,” tegasnya.

Kekhawatiran tersebut semakin menguat lantaran selama ini kasus serupa dinilai tidak pernah mendapatkan tindakan tegas. Lilik mendorong agar ada sanksi yang bersifat jera, bukan sekadar mutasi atau penurunan pangkat yang selama ini kerap menjadi hukuman akhir.

“Selama ini kasus perselingkuhan tidak ada tindakan tegas. Paling sanksinya mutasi, penurunan pangkat, dan sebagainya,” keluhnya.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi