Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (13 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 12 Agustus 2019, 20:05 WIB 922 PDF

DPRD Gresik Belajar Kerjasama Pembangunan Infrastruktur Dan Pertanian Ke Blora

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

DPRD Gresik Belajar Kerjasama Pembangunan Infrastruktur Dan Pertanian Ke Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada hari Jumat (9/8/2019) melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Blora. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nur Hamim.

Setibanya di Kantor Bupati, rombongan diterima oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Purwadi Setiyono, SE dan beberapa Kepala OPD terkait di ruang pertemuan Setda Kabupaten Blora.

“Selamat datang di Kabupaten Blora, salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang berada di ujung timur berbatasan dengan Jawa Timur. Wilayah kita hampir 50 persen merupakan hutan jati Perhutani, selebihnya adalah persawahan dan permukiman,” ucap Purwadi Setiyono, SE.

Menurut Purwadi, Pemkab Blora sangat senang bisa kedatangan para pimpinan dan anggota dewan dari Gersik yang ingin melakukan studi banding pengelolaan pembangunan infrastruktur.

“Bapak Bupati memang saat ini sedang getol melaksanakan pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan dan mendorong pembangunan wilayah perbatasan. Kami berharap dalam forum ini bisa terjalin sharing sehingga baik Gresik maupun Blora bisa sama-sama belajar dan bertukar ilmu,” lanjut Purwadi.

Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nur Hamim, menyatakan terimakasih atas sambutan Pemkab Blora yang menyempatkan diri menerima rombongannya di tengah kesibukan agenda Agustusan.

“Kami ke Blora ingin belajar tentang pembangunan infrastuktur yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, serta teknologi pertanian yang saat ini dilaksanakan di Kabupaten Blora. Kami mendengar bahwa Blora saat ini bisa surplus beras meskipun daerahnya terkenal kering dan sebagian besar merupakan hutan jati,” ucap Ahmad Nur Hamim.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Purwadi Setiyono, SE menyampaikan bahwa saat ini Blora memang sedang menjalin beberapa kerjasama pembangunan wilayah, khususnya wilayah perbatasan dengan beberapa Kabupaten tetangga.

“Pembangunan infrastruktur untuk pemerataan ekonomi memang sangat penting, oleh sebab itu Bapak Bupati Blora getol menjalin kerjasama dengan Kabupaten tetangga agar pemerataan infrastruktur tersebut juga bisa menjangkau wilayah perbatasan. Blora tergabung dalam kerjasama “Ratubangnegoro” yang terdiri Blora, Tuban, Rembang dan Bojonegoro, serta “Wiranegoro” (Ngawi, Blora, Bojonegoro) untuk pembangunan perbatasan Blora Selatan,” terang Purwadi Setiyono, SE.

Misalnya pembangunan jembatan Medalem (Blora) – Luwihaji (Bojonegoro) yang melintasi Sungai Bengawan Solo saat ini sedang proses perencanaan yang bekerjasama dengan Pemkab Bojonegoro. Blora membuat DED atau perencanaannya sedangkan pembangunannya akan dilakukan oleh Bojonegoro.

Sedangkan dengan Kabupaten Ngawi, Pemkab Blora juga sedang menjajaki kerjasama pembangunan akses Randublatung-Getas tembus Ngawi.

Sementara itu, tentang pertanian, Purwadi menyampaikan bahwa memang benar saat ini Blora surplus beras. Hanya 25 persen kapasitas produksi yang dikonsumsi oleh warga Blora, selebihnya dijual keluar daerah termasuk ke Jawa Timur karena lumbung padi berada di wilayah perbatasan Jatim, seperti Kedungtuban, Kradenan dan Cepu.

“Selain mengandalkan Bengawan Solo, pengairan kita juga memakai sumur air dalam sehingga setahun bisa panen sampai 3 kali. Sedangkan untuk wilayah Blora utara kebanyakan adalah sawah tadah hujan sehingga banyak dilakukan pembangunan embung dan bendungan,” terang Purwadi.

Para petani di Blora, menurut Purwadi juga sudah menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) modern. Namun belum semuanya, sehingga beberapa kelompok tani membuat usaha persewaan alsintan kepada kelompok tani lainnya.

“Alsintan tersebut berasal dari bantuan pemerintah, baik dari APBD Kabupaten, Provinsi maupun dari APBN melalui Kementerian Pertanian,” tambahnya.

Usai dialog Tanya jawab, dilakukan penyerahan cindera mata dan dilanjutkan foto bersama. (Tim Liputan Humas Protokol Setda Blora)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi