Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 01 April 2026, 16:47 WIB 602 PDF

Distribusi Segera Dimulai, 700 Ton Beras Jadi Penyangga Ekonomi Warga Lamsel

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Distribusi Segera Dimulai, 700 Ton Beras Jadi Penyangga Ekonomi Warga Lamsel
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Bantuan pangan berupa beras sebanyak 700 ton, dalam waktu dekat akan segera disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Lampung Selatan. Program ini diprioritaskan bagi warga berpenghasilan rendah di sejumlah kecamatan sebagai upaya meringankan beban ekonomi sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Rencana penyaluran tersebut mengemuka dalam audiensi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama Perum Bulog di ruang kerja Sekretaris Daerah, Kantor Bupati setempat, Rabu (1/4/2026).

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Lampung, Rindo Safutra, menyampaikan bahwa secara umum ketersediaan beras dalam kondisi aman. Hal itu didukung oleh tingginya serapan gabah petani selama musim panen.

Hingga awal April 2026, serapan gabah di Lampung Selatan tercatat mencapai 80 ribu ton atau setara sekitar 41 ribu ton beras. Angka tersebut diproyeksikan masih akan meningkat seiring puncak panen raya yang berlangsung pada bulan ini.

“Serapan masih terus berjalan dan kami optimalkan momentum panen raya untuk memenuhi target,” ujar Rindo.

Selain beras, komoditas jagung juga menunjukkan tren penyerapan yang cukup baik. Dari total sekitar 2.700 ton jagung yang terserap di Provinsi Lampung sepanjang tahun 2026, sekitar 1.000 ton berasal dari Lampung Selatan.

Ke depan, Bulog menargetkan penyerapan jagung hingga 120 ribu ton, dengan kontribusi utama diharapkan datang dari wilayah Lampung Timur dan Lampung Selatan.

“Kami berharap sinergi semua pihak dapat memperkuat penyerapan, sehingga hasil petani benar-benar terserap maksimal,” tambahnya.

Untuk penyaluran bantuan pangan periode Februari–Maret, Bulog mencatat realisasi di sejumlah wilayah Lampung telah mencapai sekitar 70 persen.

Sementara itu, stok komoditas utama seperti beras dan minyak dipastikan dalam kondisi aman. Meski demikian, proses distribusi masih menghadapi kendala teknis, terutama terkait ketersediaan kemasan atau karung yang sebagian masih bergantung pada pasokan impor.

Sebagai langkah percepatan, Bulog melakukan pengemasan ulang (repack) beras ke dalam ukuran 10 kilogram agar distribusi tetap dapat berjalan.

“Stok aman, namun kendala kemasan masih kami hadapi. Kami upayakan penyaluran di Lampung Selatan segera terealisasi,” jelas Rindo.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Lampung Selatan, Fadrial Farhan, menyebutkan total kebutuhan beras untuk distribusi mencapai sekitar 3.800 ton. Namun, hingga saat ini baru tersedia 700 ton yang siap disalurkan pada tahap awal.

Menurutnya, jumlah tersebut sementara dapat memenuhi kebutuhan di empat kecamatan, sembari menunggu ketersediaan tambahan stok.

“Penyaluran masih bertahap dan kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait mekanisme terbaru,” kata Fadrial.

Dari sisi pemerintah daerah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, menilai kebutuhan jagung di daerah masih cukup tinggi, meskipun stok beras relatif mencukupi.

Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga di tingkat petani agar produksi yang melimpah tidak berdampak pada penurunan harga yang merugikan.

Tri juga menyoroti kendala kemasan yang berpengaruh pada keterlambatan distribusi, terutama di wilayah prioritas.
“Kita memiliki tujuh kecamatan lokus prioritas. Penyaluran harus tepat sasaran dan berbasis data, karena angka kemiskinan masih perlu ditekan,” tegasnya.

Pemkab Lampung Selatan turut mendorong pelaksanaan operasi pasar secara kolaboratif bersama Bulog, guna menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan bantuan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, penyaluran bantuan pangan ini diharapkan segera terealisasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan di Lampung Selatan. (red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi