Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 13 Februari 2018, 20:52 WIB 701 PDF

Ciptakan Pilgub 2018 Aman Damai, Polres Blora Gandeng NU, Muhammadiyah

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ciptakan Pilgub 2018 Aman Damai, Polres Blora Gandeng NU, Muhammadiyah
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Blora, Infodesanews.com – Sebagai langkah ciptakan Pilgub 2018 aman dan damai diwilayah Kabupaten Blora, Polres Blora laksanakan silaturohmi dengan tokoh ulama NU dan Muhammadiyah se-Kabupaten Blora, di rumah makan Mr. Green, Jepon, Blora, Selasa (13/02) pagi.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Blora AKBP Saptono, Kasat Binmas AKP Sumaidi dan dihadiri oleh 16 Kapolsek dan jajarannya se-Kabupaten Blora. Selain itu sejumlah tokoh NU se-Kabupaten Blora, mulai dari Ketua NU Blora Ainur Rofiq serta ketua NU Kecamatan dan Ketua Penasehat NU K.H Maksum. Turut serta tokoh Muhammadiyah se-Kabupaten mulai dari ketua Muhammadiyah Blora Ngastoyo dan ketua Muhammdiyan kecamatan.

Sambutan pertama, Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa NU dan Muhammadiyah merupakan Organisasi Islam terbesar dan tertua di Indonesia yang juga merupakan panutan dari seluruh Umat Muslim yang ada di Indonesia, untuk itu, kami berkomitmen membangun sinergitas dan kerjasama yang baik dengan NU dan Muhammadiyah serta akan ikut memperkuat dan mendukung ke dua Organisasi tersebut.

“Karena NU dan Mohammadiyah adalah organisasi Islam terbesar, saya gelar silaturahmi dengan para Ulama dan tokoh-tokoh ke-2 oragnisasi ini untuk menjalin kemitraan dengan Polri,” kata AKBP Saptono.

Lanjut dikatakan bahwa, Kedua Organisasi Islam tersebut merupakan Organisasi yang konsisten dalam menjaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI sehingga patut untuk diberi dukungan serta apresiasi.

“Mari kita bersama-sama menolak paham-paham yang dapat mengganggu merusak persatuan bangsa Indonesia ini,” pintanya.

Terkait Pilgub nanti, Kapolres tidak akan membatasi para kiyai untuk andil dalam Pilgub 2018 nanti. Namun, dirinya berharap para kiyai tidak menggunakan unsur politik ketika berceramah,

“Kalau untuk pribadi itu tidak masalah, karena itu hak kita sebagiai masyarakat Indonesia. Saya pinta untuk tidak mencampur antara agama dengan politik,” tuturnya.

“Saya ucapkan terimaksih banyak atas dukungan ini, semoga Kabupaten Blora aman dan kondusif. Semoga hubungan antara POLRI, NU serta Muhammadiyah dapat berjalan kompak dan harmonis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” harap AKBP Saptono, S.I.K., M.H.

Sementara itu, ketua NU Blora Ainur Rofiq dalam sambutannya mengatakan pihaknya pernah mengadakan musyawarah terkait tentang penanggulangan radikalisme guna menciptakan pilgub yang aman dan damai. “Di Blora ini Muhammadiyah dan NU tidak ada persoalan sama sekali, kita non inkres. Menurut sejarah yang ada, kedua pendiri Muhamammadiyah dan NU, yaitu KH. Ahamad Dahlan dan KH. Hasyim Asyari itu satu perguruan,” kata Ainur Rofiq.

“Dalam Pilgub ini, seluruh warga NU saya harap melakulan hak pilihnya dengan benar. Dan kita akan dukung pelaksanaan Pilgub 2018 nanti. Insya Allah dengan do’a restu para kiyai Pilgub nanti akan berjalan aman dan damai, khususnya di kabupaten Blora ini sendiri,” terangnya.

Sedangkan, Ngastoyo selaku ketua Muhammadiyah Blora membenarkan bahwa NU dan Muhammadiyah memang dulunya satu seperguruan. Maka dari itu di Indonesia ini, Muhammadiya dan NU saling mengisi satu sama yang lain.

“Tidak lain halnya di Blora ini, NU dan Muhammadiyah tidak permasalahan sama sekali, karena dalam benegara kita punya dasar yaitu Pancasila dan UUD 1945. Oleh sebab itu, kita sepakat untuk menjaga bersama keutuhan NKRI yang kita cintai ini,” ungkapnya.

“Komitemen kita, bahwa pesta demokrasi Pilgub Jateng nanti harus sukses. Mari kita pilih Gubernur yang amanah dan tentunya bisa membawa Jawa Tengah sejahtera. Kalau perlu kita sholat istikharah untuk mencari pemimpin yang amanah. Kita sebagai kiyai boleh berpolitik, tapi harus berpolitik amar makruf nahi mungkar,” tutupnya.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi