Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (18 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 27 Oktober 2017, 19:45 WIB 2,760 PDF

Cabai Petani Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan Terancom Gagal Panen.

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Cabai Petani Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan Terancom Gagal Panen.
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Lampung Selatan, Infodesanews – Puluhan Hektar tanaman cabai milik petani di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan gagal panen.

Para petani masih menunggu hasil tuntutan terhadap pelaksana proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun infodesanews.com tanaman cabai milik para petani Desa setempat yang berusia sekitar 1 bulan lebih rusak dan mati.

Rusak dan matinya tanaman tersebut diduga akibat banyaknya debu dampak dari aktivitas proyek tol.
“Dari hasil pantauan kelapangan, keseluruhan tanaman cabai, seluas 6,5 hektare yang rusak keriting dan mati,”kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kecamatan Sidomulyo, Didik, Kamis (26/10/2017).

Dari 6,5 hektare tanaman yang menjadi keriting, seluas 1,5 hektare tergolong rusak parah. Ada beberapa penyebab tanaman cabai milik petani setempat yang menjadi keriting.
“Salah satu penyebab tanaman menjadi keriting karena kurangnya pasokan air,” kata dia.
Saat ditanya penyebab kematian karena debu akibat proyek tol, Didik menjelaskan faktor debu yang berlebihan bisa merusak tanaman.
“Akan tetapi debu akan hilang kalau turun hujan. Permasalahannya, hujan tidak kunjung turun didaerah tersebut,” kata dia lagi.

Sementara itu, seorang petani setempat mengaku meminta ganti rugi kematian tanaman cabai sebesar Rp35 juta/hektare.
“Jumlah itu belum termasuk biaya tenaga kerja,” ungkap Made Suparna (41). Kepada awak media kamis (26/10/2017)

Dijelaskan bahwa , sebelum ada proyek tol, hasil tanaman cabai di daerah tersebut mencapai 9 ton per musim untuk lahan seluas setengah hektare.
“Tanaman saya setengah hektare, bisa menghasilkan 9 ton. Kalau sekarang, belum waktunya berbuah sudah mati,” katanya.

Terpisah, Camat Sidomulyo, Affendi mengatakan belum ada jawaban dari pelaksana proyek tol terhadap tuntutan para petani.

“Hingga hari ketiga belum ada jawaban dari mereka,” pungkasnya (SG).

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi