Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (20 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 09 Februari 2026, 22:20 WIB 2,035 PDF

Bupati Garut Pasang Badan: 70 Ribu Warga Dicoret dari PBI, Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Berhenti!

Kabiro Jakarta
Oleh: Kabiro Jakarta • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bupati Garut Pasang Badan: 70 Ribu Warga Dicoret dari PBI, Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Berhenti!
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Jakarta

 GARUT, INFODESANEWS | Di tengah persiapan menyambut bulan suci Ramadan, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menunjukkan sikap kepemimpinan (leadership) yang responsif dan humanis. Menanggapi kebijakan pusat yang mencoret sekitar 70.000 warga Garut dari kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan, Bupati menegaskan bahwa negara harus hadir dan tidak boleh ada rakyat yang terlantar dalam mendapatkan hak dasar kesehatan.

​Dalam Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Senin (9/2/2026), Syakur secara berani mengambil langkah taktis untuk meredam potensi gejolak di masyarakat.

​Kesehatan adalah Hak Dasar: Instruksi Tegas untuk Puskesmas

​Bupati menyadari bahwa penghapusan data secara masif oleh Pemerintah Pusat pada akhir Januari lalu adalah bom waktu bagi warga kurang mampu. Tanpa menunggu birokrasi yang berbelit, ia memberikan instruksi langsung:

Dinas Kesehatan & Puskesmas wajib tetap melayani masyarakat terdampak.

​Akses Pelayanan Dasar tidak boleh terputus hanya karena dinamika administratif.

​Upaya Proaktif: Pemkab Garut telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memvalidasi ulang data dan mengajukan kembali warga yang layak mendapatkan bantuan.

​Respons Cepat Tanggap: Langsung memetakan risiko pasca kebijakan pusat keluar.

​Peka & Humanis: Mendahulukan keselamatan warga di atas prosedur administratif yang kaku.

​Cipta Kondusif: Memberikan kepastian di tengah ketidakpastian data, sehingga mencegah kepanikan di tingkat akar rumput.

Bupati menutup arahannya dengan pesan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri. Baginya, kepemimpinan adalah tentang terus bergerak demi kemaslahatan masyarakat Garut.**[Myd/Red]

Oleh: Kabiro Jakarta

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Jakarta
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro DKI Jakarta & Nasional

Kabiro Jakarta

Liputan pusat pemerintahan, kementerian, parlemen DPR RI, dan isu nasional.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi