Rabu, 23 September 2026
KESEHATAN 10 April 2026, 15:31 WIB 2,054 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

BPJS Kesehatan dalam Kondisi Terburuk, Peserta Aktif Turun Drastis

Jurnalis / Kontributor: Kabiro Blora
Jumlah Tayang: 2,054 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

BPJS Kesehatan dalam Kondisi Terburuk, Peserta Aktif Turun Drastis
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengungkapkan bahwa kondisi BPJS Kesehatan saat ini sedang berada dalam posisi terburuk. Hal ini disebabkan oleh penurunan jumlah peserta aktif yang terus terjadi.

“Peserta yang aktif itu turun terus, dari semula di atas 40 persen menjadi 81, sekarang turun ke 78, dan saya prediksi akan terus turun,” ujar Edy Wuryanto kepada wartawan di Kantor DPC PDI Blora, Jumat (10/4/2026).

Menurut Edy, setidaknya ada tiga faktor utama yang menyebabkan penurunan kepesertaan JKN.

Pertama, polemik 11 juta data peserta yang dinonaktifkan. Data tersebut saat ini berada di tangan Kementerian Sosial dan PPS. Komisi IX akan mengundang Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Mendagri, BPS, dan BPJS Kesehatan untuk mencari kejelasan. Jika data masuk desil 1-5, peserta akan diambil alih, namun jika desil 6-10, maka akan dieksklusi.

Kedua, penurunan Transfer Ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat yang menyulitkan Pemerintah Daerah mempertahankan kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Hal ini berdampak pada layanan kesehatan rakyat miskin.

Ketiga, banyak peserta kelas menengah dari segmen PBPU Mandiri yang berhenti karena kondisi ekonomi yang sulit.

“Kepesertaan JKN kita sekarang anjlok. Kalau sudah di atas 30 persen, berarti ada 30 persen penduduk Indonesia yang tidak menjamin kesehatannya. Kalau orang miskin sakit, dia bisa jatuh miskin,” tegasnya.

Edy juga menyoroti kondisi keuangan BPJS yang tidak sehat. Laporan BPJS menunjukkan kemampuan bertahan hanya 1,5 hingga 6 bulan tanpa intervensi. Rasio klaim sudah menyentuh 411 persen dan aset bersih terus turun.

“Kami mendorong agar keuangan BPJS diperbaiki. Jika tidak, keberlanjutannya akan terancam,” imbuhnya.

Terkait pemutakhiran data desil, Edy menegaskan bahwa tanggung jawab ada pada Menteri Sosial. Mensos harus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Dinas Sosial untuk memastikan data desil 1-5 presisi, sehingga tidak ada orang miskin yang masuk ke desil 6 dan sebaliknya.

Komisi IX berencana menggelar rapat lanjutan minggu depan dengan melibatkan kementerian terkait untuk mencari solusi atas persoalan ini.**Red

Iklan Penulis & Sponsor Pemerintah Kabupaten Blora - Dinas PMD Dirgahayu RI Ke-81

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #KESEHATAN #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora

Kabiro Blora

Kepala Biro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi