Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (16 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
NASIONAL 15 September 2026, 23:10 WIB 2,589 PDF

BKU Muba Studi Banding ke Blora, Belajar Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat Desa Gandu

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

BKU Muba Studi Banding ke Blora, Belajar Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat Desa Gandu
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Rombongan Badan Kelola Usaha Musi Banyuasin (BKU Muba), Sumatera Selatan, yang tergabung dalam wilayah Pertamina Region 4, melakukan kunjungan studi banding ke Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora.

Rombongan berjumlah lima orang ini datang melalui PT Keban Berkah Energi untuk mempelajari tata kelola sumur minyak rakyat yang dinilai berjalan rapi, aman, dan kondusif.

Perwakilan PT Keban Berkah Energi Musi Banyuasin, Rezky Nugraha, mengatakan kunjungan ini bertujuan menimba pengalaman langsung dari pengelolaan sumur minyak masyarakat di Gandu.

“Kami datang dalam rangka studi banding. Studi banding bagaimana kita melihat implementasi sumur masyarakat yang sudah sangat baik di daerah Gandu, Jawa Tengah, Kabupaten Blora,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Ia menambahkan, kunjungan ini menjadi momen penting untuk mencari formula pengelolaan minyak bumi yang aman dan berkelanjutan bagi daerah asalnya.

“Supaya kita di sini berguru dan mencari bagaimana sih solusi terbaik untuk produksi sumur minyak masyarakat yang sudah sangat baik, sangat rapi, dan guyub rukun di daerah Gandu ini,” tambahnya.

Dipilihnya Desa Gandu sebagai lokasi rujukan bukan tanpa alasan. Berbagai keunggulan, mulai dari penerapan kaidah keselamatan hingga keharmonisan sosial, menjadi pertimbangan utama.

“Karena kemarin satu, dari sisi UMKM Blora ini sendiri sudah terdengar ya. Penerapan PEP-nya sudah sangat baik, terus juga panennya tidak ada insiden, terus juga hasil produksinya cukup konsisten dan stabil,” ungkapnya.

Selain aspek teknis, iklim sosial yang guyub tanpa konflik menjadi daya tarik terbesar. Masyarakat di sini sudah sangat guyub rukun. Jadi, tidak ada lagi konflik horizontal, dan tidak ada lagi juga konflik antara masyarakat, terus juga sosial, dan juga pemerintah di sini sudah sangat mendukung.

Rombongan juga ingin mendalami mekanisme pembagian hasil serta komitmen bersama agar kemajuan produksi sejalan dengan peningkatan kesejahteraan warga.

“Nah, itu yang pengin kita pelajari: bagaimana pembagian hasil, juga bagaimana komitmen masyarakat, dan juga komitmen dari BKS itu agar tidak serta-merta meningkatkan produksi, tapi kehidupan sosialnya juga terjaga secara merata. Dan juga di sini ada program CSR juga, dengan teman-teman media juga sangat guyub rukun,” tambahnya.

Dari sisi Musi Banyuasin, produksi minyak sebenarnya berjalan baik, namun masih banyak hal yang perlu dibenahi. “Kalau Musi Banyuasin saat ini produksinya cukup baik. Dan juga masyarakatnya sudah sangat mengerti terkait bagaimana memproduksi hasil minyak, sumur minyak masyarakat, dan berdampak langsung untuk kedaulatan energi nasional. Hanya saja memang masih banyak yang harus diperbaiki,” aku Rezky.

Ia menambahkan, aktivitas penambangan di Gandu berjalan berdampingan harmonis dengan kehidupan warga tanpa gangguan.

“Harapannya di sini sudah sangat cukup baik. Di sini meskipun kita berada di tengah perkebunan, di tengah-tengah masyarakat, tapi hasil dari minyak ini tidak mengganggu kehidupan masyarakatnya,” jelasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab PT Mataram Connection Nusantara (MCN) wilayah Blora, Rony Mey Yudha, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan Blora kini menjadi rujukan nasional pengelolaan minyak rakyat.

“Ini mereka datang memang untuk studi banding, potensial yang cukup bagus sumur minyak rakyat yang ada di Blora dijadikan percontohan skala nasional,” ucapnya.

Tak hanya di Desa Gandu, rombongan juga diarahkan ke lokasi lain yang dikelola MCN, yaitu sumur minyak rakyat di Desa Soko, Kecamatan Jepon.

“Selain sumur minyak Desa Gandu ini, kita juga arahkan ke sumur minyak rakyat Desa Soko mas, karena itu juga wilayah yang dinaungi pihak MCN,” paparnya.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi