BLORA, INFODESANEWS – Sorotan di media sosial yang menuding adanya tindakan tidak etis dalam kegiatan pembangunan jalan swadaya di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, mendapat respons dari masyarakat setempat. Warga dan perangkat desa menilai tudingan tersebut terburu-buru dan tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Kehadiran Bupati Blora di lokasi dinilai membawa kontribusi konkret, bukan sekadar kegiatan simbolik. Bantuan material seperti 300 sak semen dan grosok, serta dukungan dari dinas terkait, disebut sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap inisiatif warga.
Sekretaris Desa Nglebak, Maryono, menegaskan bahwa tudingan yang menyebut kehadiran bupati hanya untuk “numpang konten” tidak berdasar.
“Kehadiran tersebut memberikan dampak positif, baik secara moril maupun material,” ungkapnya. Senin (23/3/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, mengapresiasi dukungan nyata tersebut. Selain bantuan material, kunjungan tersebut juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim.
Lebih lanjut, dalam kunjungan itu Bupati juga membawa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas PMD dan PUPR, untuk melakukan survei langsung. Hasil peninjauan tersebut menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih terstruktur, dengan komitmen penganggaran pembangunan jalan penghubung Nglebak–Megeri pada tahun 2027.
“Masyarakat Desa Nglebak berharap publik dapat melihat persoalan secara utuh. Mereka menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung adalah bentuk kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah,” tegasnya
Bukan sekadar aktivitas pencitraan. Warga juga berharap rencana pembangunan tahun 2027 dapat terealisasi sebagai wujud sinergi antara gotong royong warga dan kehadiran pemerintah.**Red