BOYOLALI – INFODESANEWS.COM | Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Bandung Andong Boyolali menggelar kegiatan Awalussanah dan Parenting pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertempat di MIM Bandung Andong. Kegiatan yang mengusung tema “Sinergitas Madrasah, Guru dan Orang Tua: Tangan Bergandengan, Hati Selaras” ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara madrasah dan wali murid dalam mendampingi pendidikan anak.
Kegiatan tersebut menghadirkan Pujiono, S.Si., M.M., Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali sekaligus Mudir PonpesMU Manafi’ul Ulum Canden, Sambi, sebagai narasumber.

Kepala MIM Bandung, Siti Hidayah, S.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan Awalussanah dan Parenting tidak sekadar menjadi agenda awal tahun pelajaran, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama antara madrasah dan orang tua.
“Tujuan kegiatan ini adalah mengajak seluruh wali murid untuk bersatu membangun bangsa melalui lembaga MIM Bandung. Kami ingin wali murid memiliki kepedulian terhadap pendidikan putra-putrinya dan merasa ikut darbeni atau memiliki MIM Bandung,” ungkapnya.
Menurutnya, pendidikan anak tidak akan optimal apabila hanya dibebankan kepada sekolah. Diperlukan sinergi yang kuat antara guru, madrasah dan keluarga agar pembentukan karakter, kecerdasan, kedisiplinan serta akhlak anak dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Madrasah memiliki peran mendidik anak di sekolah, sementara orang tua memiliki peran yang sangat besar di rumah. Ketika keduanya berjalan seiring, insyaallah akan lahir generasi Islam yang cerdas, disiplin dan berakhlakul karimah,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, MIM Bandung juga mendapatkan dukungan dari berbagai unsur, khususnya Komite Madrasah yang diketuai Chaerudin serta PRM Bandung yang dipimpin Suyanto. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Pujiono dalam materi parenting menekankan pentingnya orang tua dan guru untuk memiliki visi yang sama dalam mendidik anak. Sekolah dan keluarga hendaknya tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan, berkomunikasi dan memberikan keteladanan.
Ia juga mengajak wali murid untuk tidak hanya menjadi pengguna layanan pendidikan, tetapi menjadi bagian dari perjuangan membangun madrasah.
“Kalau orang tua merasa memiliki madrasah, maka akan muncul kepedulian. Kalau kepedulian tumbuh, maka akan ada dukungan. Dan ketika madrasah, guru dan orang tua bergandengan tangan, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang mulia dunia dan akhirat,” pesan Pujiono.
Kegiatan Awalussanah dan Parenting ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk membangun komunikasi dan sinergitas seluruh keluarga besar MIM Bandung. Dengan semangat kebersamaan, madrasah berkomitmen mewujudkan generasi Islam yang cerdas, disiplin dan berakhlakul karimah, sekaligus membangun madrasah yang hebat dan bermartabat. (*/Puji/Redaksi Solo)