Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 11 Juni 2026, 13:04 WIB 1,029 PDF

Anggota DPR RI Sampaikan Langsung Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Anggota DPR RI Sampaikan Langsung Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Rina Sa’adah, menyampaikan langsung persoalan terhentinya operasional PT Gendhis Multi Manis (GMM) Kabupaten Blora kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. Penyampaian ini merupakan tindak lanjut aspirasi Paguyuban Petani Tebu Kabupaten Blora dalam audiensi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Rina Sa’adah menegaskan bahwa berhentinya operasional PG GMM tidak lagi sekadar persoalan teknis industri, melainkan telah menjadi persoalan ekonomi masyarakat yang berdampak luas terhadap petani tebu, pekerja pabrik, buruh angkut, sopir, pedagang kecil, serta berbagai sektor usaha yang bergantung pada industri gula di Blora.

“Kami telah menyampaikan secara langsung kepada Menteri Pertanian bahwa persoalan yang terjadi di Blora membutuhkan perhatian serius pemerintah. Dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga masyarakat luas,” ujar Rina.

Menurutnya, terhentinya operasional pabrik memaksa petani mengirim tebu ke luar daerah dengan biaya transportasi lebih tinggi serta risiko penurunan kualitas dan rendemen tebu. Rina berkomitmen mengawal persoalan ini melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan pihak terkait lainnya.

Koordinator Audiensi Petani Tebu Blora, Exi Wijaya, mengapresiasi langkah cepat Rina. “Petani saat ini membutuhkan kehadiran negara melalui kebijakan nyata yang melindungi mereka dari kerugian,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Petani Tebu Blora, Anton Sudibyo, juga menyambut baik langkah tersebut. “Harapan kami, perhatian ini segera diwujudkan dalam langkah nyata. Jangan sampai petani menjadi pihak paling dirugikan,” katanya.

Paguyuban Petani Tebu Blora berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menjamin penyerapan hasil panen petani serta melindungi keberlangsungan ekonomi masyarakat terdampak.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi