Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (13 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 20 Juli 2026, 16:03 WIB 1,712 PDF

19 Siswa SD di Blora Keracunan Usai Konsumsi Makanan Program MBG

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~1 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

19 Siswa SD di Blora Keracunan Usai Konsumsi Makanan Program MBG
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Sebanyak 19 siswa Sekolah Dasar (SD) Sendang Rejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, mengalami keracunan setelah mengonsumsi susu dan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah, Senin (20/7/2026).

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti Kabupaten Blora, Putri Nopitasari, membenarkan kejadian tersebut setelah menerima laporan dari Kepala SD setempat.

“Indikasi sementara kemungkinan berasal dari susu. Kami sedang mengecek masa kedaluwarsa. Untuk hasil lebih akurat, sampel sudah dibawa ke laboratorium kesehatan,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran awal, susu yang didistribusikan diduga memuai karena penyimpanan kurang sesuai.

“Kemungkinan suhu ruang tidak tepat sehingga menyebabkan kondisi susu panas dan memuai,” jelasnya.

Koordinator Wilayah SPPG Blora, Artika Diannita, mengatakan pihaknya langsung mendatangi dapur SPPG Bogowanti untuk menyelidiki penyebab.

“Indikasi dari susu. Kadaluwarsa sekitar Januari 2027. Sampel sudah dibawa ke Labkesda untuk hasil akurat,” katanya.

Pihak SPPG langsung menarik seluruh makanan yang sudah didistribusikan. Untuk menu hari ini, susu diganti dan tidak akan menggunakan produk yang sama. “Kami tidak berani pakai itu lagi,” tegas Kepala SPPG.

Sementara itu, Mitra SPPG Sumining dalam pengecekan ditemukan penggunaan minyak goreng subsidi (Minyakita) di dapur SPPG, padahal aturan mewajibkan bahan baku premium.

“Sebelumnya pakai sanko, baru minggu ini beralih ke minyakita. Selisih harga cukup signifikan, sanko Rp255.000, minyakita Rp223.000,” ungkapnya.

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi