SOLO – INFODESANEWS | Jokowi bukan Politikus namun orang kampung yang berlatar belakang pengusaha biasa.
Tapi mampu dua kali menjabat dan mampu menjadi tolok ukur hampir semua elite Politik di Dalam dan Luar Negeri serta dicintai Rakyatnya.

Suka ga suka dan mau ga mau harus diakui keberadaannya dan semua adalah fakta.
Taukah kenapa bisa demikian?
Aku bertanya pada diriku sendiri dan kepada beberapa sahabatnya bahwa Jokowi tidak’lah sehebat yg digambarkan kebanyakan orang bahkan Keberadaannya jauh bila diLevelkan dengan Prabowo Subianto.
Kenapa Jokowi Demikian?
Kata’kU Adalah satu patah kata *ADAB.*
Jokowi adalah *Simbul* Adab yg kini dilanjutkan keberadaban’nya oleh Gibran Rakabuming Raka sebagai Keturunan’nya. *Gibranholic* adalah Adab yang mengutamakan Toleransi berETIKA.
Kesimpulan’nya : Jokowi oleh Tuhan dipergunakan sebagai *Simbul* manusia Indonesia yang berADAB.
Diam tidak membalas meski terluka dan terus berbuat untuk kebaikan. Sedemikian’lah Adab Budaya Leluhur kita. Dan Jokowi adalah Simbul Peradaban Nusantara. Hanya simbul yang sepatut’nya kita Siarkan dan Jalankan sebagai anak-anak Bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia Nusantara.
Kini Para Elite Politik Negeri dan masyarakat luas berbondong-bondong merapatkan barisan kekediaman Jokowi bagai Wisata Peradaban.
*Adab adalah tingkatan tertinggi dalam menjalani perjalanan hidup yg setara dengan Kesadaran.*
By : Tommy Munying (Penggerak GIBERANHOLIC Nusantara)