Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (8 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (14 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (22 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 21 Oktober 2019, 07:38 WIB 2,088 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Tembus Lebatnya Hutan Warga terisolir, Tiga Mobil Hartop Disambut Dengan Adat Para Tokey

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tembus Lebatnya Hutan Warga terisolir, Tiga Mobil Hartop Disambut Dengan Adat Para Tokey
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

LUWU UTARA(SULSEL), INFODESANEWS – Saking gembiranya masyarakat terisolir Kecamatan Rampi Desa Leboni sambut mobil Hartop dengan Sopir dan krunya hari ini, Minggu(20/10) disambut dengan upacara adat To Rampi dengan Tokey Leboni Yosua Tapu’ Ketua Tokey Bola’ Leboni.

Mobil Hartop milik Haeruddin Yusuf berangkat dari Kota Masamba bulan Juli 2019 dan masuk perkampungan To Rampi Desa Leboni. Perjalanan dalam hutan belantara selama tiga bulan baru bisa masuk di Kecamatan Rampi. Setelah menempuh perjalanan menyusuri hutan belantara selama tiga bulan(Juli -akhir Oktober, Sabtu(18/10) mobil hartop tiga uni masuk di perkampungan Desa Leboni Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel).

Mobil hartop tiga unit ini milik Haeruddin Yusuf  mencoba mobilnya di jalan yang dibuka oleh pak HDdengan membawa semen ke Rampi,

” Bisa kita bayangkan jalan dari kota Masamba Luwu Utara ke Rampi, mobil hartop saja tiga bulan dihutan belantara perjalanan ke Rampi, ” tutur Tokey Leboni Yosua Tapu’.

Kami sangat bersyukur dan berterimakasih ada mobil masuk di kampung kami Leboni Kecamatan Rampi, pegunungan dengan hutan belantaranya, sehingga kami sambut secara adat,” tambah Tokey disambut gembira masyarakat sambil bertepuk tangan.

Sementara itu Salah seorang sopir Noni mengungkapkan bahwa perjalanan didalam hutan tak bisa di ungkapkan perdetailnya, tapi bayangkan saja tiga bulan mengarungi jalanan hutan belantara dengan terjalnya jalanan, turun mendaki dilereng gunung,

” Jalan yang kami  lalui sangat sulit dan penuh tantangan, penuh setia, jujur pada pimpinan kami serta tabah. Kami menyetir mobil dengan penuh kesabaran. Sebab memang merupakan jalur baru yang dipenuhi pepohonan dan semak belukar,” tuturnya.

“ Jalur jalan batas Saluseba Kecamatan Masamba batas Kecamatan Rampi yang hanya berjarak 82 km Sangat sulit dan menantang jalan ke Rampi, kami tiga bulan diperjalanan, kami tidur dihutan, bayangkan saja pak,” tutur Noni sambil meneteskan air matanya pada media ini.

” Kami enam orang satu perempuan untuk temani kami memasak diperjalanan hutan belantara.Bahkan banyak kami meneteskan air mata ditengah hutan kalau hujan dan dingin menggerogoti kami pada makam hari dihutan, “sambung Noni lagi.

Sementara, di Desa Leboni, Haeruddin Yusuf mengungkapkan kegembiraannya pada Sopir dan kru serta Tokey mewakili masyarakat Rampi Desa Leboni karena penyambutan adat pada sopir dan mobil dan terima kasih kepada masyarakat To Rampi yang menyiapkan sarana makanan pada sopir dan krunya serta rumah yang mereka tempati beristirahat.

Kita Ketahui selama berdiri terbentuk Kabupaten Luwu Utara baru kali ini dilalui mobil, masyarakat Rampi hanya minta ke Pemkab Lutra supaya jalanan yang dibangun di PELIHARA, kalo bisa ada skavator standby di hutan bila longsor langsung dikerja, ituji permintaan Tokey dan warga Rampi bos(yustus)

Lihat Dokumen dibawah ini

 

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi