Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (7 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (14 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (22 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (23 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 09 Oktober 2019, 14:32 WIB 2,714 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Program READSI 2019 dari IFAD Fokus & Terukur Pemberdayaan Regenerasi Petani Pedesaan

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Program READSI 2019 dari IFAD Fokus & Terukur Pemberdayaan Regenerasi Petani Pedesaan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

LUWU UTARA (SULSEL), INFODESANEWS – Program dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia(RI) melalui Dinas Ketahanan Pangan(DKP) Luwu Utara, berupaya menyiapkan secara detail program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling – Up Innitiative (READSI) sehingga pemanfaatan bantuan dana dan hibah dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) oleh pemerintah baik Provinsi/Kabupaten/Kota lebih fokus dan terukur hasilnya bagi kepentingan dan kemajuan masyarakat pedesaan khususnya petani.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lutra, Alauddin Sukri pada 28 Kelompok Wanita Tani(KWT). Kegiatan Hari Temu Lapang Petani (Farmer’s Field Day) dipusatkan di lapangan Desa Arusu Kecamatan Malangke Barat, Rabu(9/10).

Alauddin Sukri mengatakan, proyek Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling – Up Innitiative (READSI) dimana didukung IFAD untuk memberdayakan rumah tangga pedesaan dengan keterampilan, kepercayaan dan sumber daya untuk meningkatkan pendapatan dan penghidupan secara berkelanjutan melalui pendekatan program yang terukur, sehingga output kegiatan ini petani memiliki informasi tentang tekhnologi baru komoditas tanaman pangan, terkhusus komoditi padi, jagung, buah, sayuran dan tanaman pekarangan meningkat,” terang Kepala DKP.

Sementara Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengharapkan, kegiatan READSI fokus pada dua kegiatan pokok yakni pemberdayaan petani dan regenerasi petani, karena keduanya merupakan fokus dari pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla yang diamanatkan kepada Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman untuk mencapai target ketahanan pangan nasional.

“Pemberdayaan petani lanjut Indah menjadi fokus untuk meningkatkan kapasitas petani melalui penguatan kelembagaan petani yang didukung upaya peningkatan kemitraan petani dengan sumber-sumber permodalan, sumber-sumber sarana produksi pertanian, sumber informasi pasar dan akses ke pasar sehingga pendapatan keluarga petani meningkat,” kata Indah seraya menambahkan bahwa saya ingin meluhat ada perubahan yang nyata dari kelompok penerima program.

Kalau program ini sukses, Pemda akan mereplikasi. Luwu Utara harus menjadi contoh sukses program READSI, terjadi pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan yang akan dipetik hasilnya secara ekonomi oleh petani.

Menurutnya, hal itu selaras dengan pengembangan korporasi pertanian dari Kementan sejak tiga tahun lalu dengan pendekatan pada kelembagaan petani melalui koperasi, kelompok usaha bersama dan penguatan kelompok tani (Poktan) maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan).

“Fokus kedua adalah regenerasi petani untuk meningkatkan minat generasi muda kembali ke pertanian, dan bangga menjadi petani. Kalau kedua hal ini berjalan selaras maka pertanian di Bumi Lamaranginang julukan Luwu Utara maupun Nasional akan menjadi penopang utama kehidupan bangsa dan negara,” terang Bupati Indah.

Pada temu lapang tersebut dihadiri ratusan petani, Bupati Indah didampingi Kepala DKP Alauddin Sukri, Kadis TPHP H.Armiady, Camat Malangke Barat Sulpiadi langsung memanen sayuran segar tanpa pestisida di area KWT Rajawali dan KWT Mula Harapan.(yustus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi