BLORA, INFODESANEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bersama SDA dan BBWS Pamali Juwana melakukan penanganan darurat pasca-banjir yang melanda sungai di Desa Badong pada Senin malam kemarin. Banjir terjadi akibat luapan sungai di wilayah tersebut, dipicu oleh tersumbatnya aliran sungai oleh sampah dan rumpun bambu di sekitar Jembatan Badong.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) PUPR Blora, Surat menyampaikan, dalam aksi tanggap darurat ini, Pemkab Blora berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan BBWS Pemali Juwana untuk membersihkan sumbatan dan menormalisasi aliran sungai.
“Kami fokus membersihkan titik-titik penyumbatan agar aliran air kembali lancar dan mengurangi risiko banjir di masa mendatang,” jelasnya, Kamis (22/5/2025).
Surat menambahkan, selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat prediksi BMKG mengenai cuaca ekstrem dalam beberapa minggu ke depan. Pemkab juga meminta partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke saluran air atau sungai.
“Kami harap masyarakat turut serta memantau saluran drainase di lingkungan masing-masing. Kerja sama ini penting untuk meminimalisir dampak banjir ke depan,” tambahnya.
Lanjutnya, Pemkab Blora dan mitra terkait siap melakukan tindakan lebih lanjut, termasuk normalisasi sungai di wilayah Blora Selatan dan Barat jika diperlukan. Upaya ini diharapkan dapat memulihkan kondisi sungai dan mencegah bencana serupa di masa datang.*Red