Kamis, 24 September 2026
TERKINI
Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (3 jam yang lalu) Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (9 jam yang lalu) Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (17 jam yang lalu) Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (19 jam yang lalu) Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (19 jam yang lalu) Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (20 jam yang lalu) DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (20 jam yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 29 Maret 2026, 15:35 WIB 998 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Kericuhan PG GMM Blora Dinilai Sudah Jadi Krisis Kepercayaan, Petani Dorong Pengalihan Kelola ke PTPN

Penulis: Kabiro Blora
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kericuhan PG GMM Blora Dinilai Sudah Jadi Krisis Kepercayaan, Petani Dorong Pengalihan Kelola ke PTPN
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Kericuhan yang melibatkan Pabrik Gula GMM di Blora dinilai tidak lagi dapat diselesaikan melalui wacana semata. Yuyus Waluyo, petani tebu yang akrab disapa Yuyus, menegaskan bahwa persoalan ini telah berkembang menjadi krisis kepercayaan yang melibatkan petani, karyawan, dan masyarakat luas.

Dalam wawancara eksklusif, Yuyus menyebut bahwa akar masalah terletak pada ketidaktepatan penempatan kelembagaan sejak awal.

“Ini bukan lagi soal teknis semata. Kita melihat ada ketidakpastian operasional, kebijakan yang tidak jelas arah, dan itu berdampak langsung pada kepercayaan publik,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia mengkritisi keterlibatan Perum Bulog dalam pengelolaan industri gula. Menurutnya, Bulog tidak memiliki kompetensi utama sebagai operator industri gula yang kompleks.

“Bulog itu perannya di stabilisasi dan logistik pangan, bukan operator industri gula yang kompleks. Mengelola pabrik gula itu butuh ekosistem yang kuat, dari hulu sampai hilir,” tegasnya.

Sebagai langkah koreksi struktural, Yuyus mendorong pengambilalihan pengelolaan PG GMM oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Ia menyebut opsi ini paling rasional dalam kondisi saat ini.

“Dari sisi kompetensi, PTPN memiliki pengalaman dan kapasitas yang lebih mumpuni. Bagi PTPN, itu sudah jadi makanan sehari-hari. Mereka punya sistem dan pengalaman,” jelasnya.

Yuyus menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk penjualan aset negara, melainkan penataan ulang antar BUMN agar fungsi dan perannya lebih tepat sasaran.

“Ini bukan jual aset. Ini restrukturisasi agar lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kepastian bagi petani tebu. Menurutnya, petani tidak membutuhkan janji, melainkan jaminan serapan hasil panen, harga yang layak, serta pola kemitraan yang jelas dan berkelanjutan.

“Kalau sistemnya jelas, petani akan tenang. Sekarang ini yang terjadi justru sebaliknya, penuh ketidakpastian,” imbuhnya.

Yuyus juga mengingatkan nasib karyawan yang terdampak ketidakjelasan operasional. Ia menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan pemutusan hubungan kerja secara tidak langsung.

“Kalau terus dibiarkan, ini bisa jadi PHK terselubung. Harus ada arah restrukturisasi yang jelas, dan itu bisa lebih terjamin kalau dikelola oleh PTPN, tentu dengan pengawalan agar pekerja tidak dirugikan,” katanya.

Lebih jauh, ia menyebut kondisi saat ini berpotensi menimbulkan dampak ekonomi luas jika tidak segera ditangani. Sektor pergulaan di Blora dinilai memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat, terutama petani tebu, buruh tebang angkut, hingga pelaku usaha kecil.

Yuyus mendorong proses pengambilan kebijakan ke depan tidak dilakukan secara tertutup, melainkan melibatkan pemerintah daerah, DPRD, serta perwakilan petani dan karyawan.

“Jangan sampai keputusan strategis diambil tanpa mendengar suara mereka yang terdampak langsung. Ini menyangkut hajat hidup banyak orang, jadi harus ada komunikasi yang terbuka dan akuntabel,” tegasnya.**Red

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora

Kabiro Blora

Kepala Biro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi