BLORA, INFODESANEWS – Pemerintah Desa Blora menggelar peringatan Hari Desa dengan cara yang sederhana, khidmat, dan religius melalui kegiatan Kenduri Desa Nasional. Acara yang dihadiri oleh Kepala Desa, perangkat desa, lembaga desa, serta tokoh masyarakat ini mengangkat filosofi kearifan lokal, di mana kenduri menjadi simbol permohonan doa bersama untuk hajatan dan tujuan yang baik.
Dalam sambutannya, Ketua Praja Kabupaten Blora menyampaikan, penyelenggara menyampaikan bahwa doa bersama dalam kenduri ini dimaksudkan untuk “mengetuk langit” guna mendoakan seluruh kepala desa, perangkat desa, dan pemimpin di Indonesia. Harapannya, mereka diberikan kekuatan dan kesuksesan dalam memimpin dan membangun desanya masing-masing.
Acara ini juga diwarnai dengan semangat solidaritas. Sebanyak Rp25.000.000 berhasil dihimpun dari penggalangan donasi peduli bencana. Donasi tersebut akan disalurkan kepada saudara-saudara yang terdampak musibah, khususnya di Aceh dan Sumatera Utara, serta untuk warga desa setempat yang terdampak kegiatan tertentu. Sejumlah Rp22.000.000 juga dialokasikan untuk tujuan pembangunan.
“Peringatan Hari Desa ini merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak acara nasional di Boyolali, yang akan diisi,” terangnya, Senin (12/1/2026).
Lanjutnya, dalam konteks strategi nasional, bahwa desa harus menjadi subjek pembangunan. Salah satu fokusnya adalah mendorong desa menjadi penyuplai bahan baku untuk kebutuhan proyek-proyek strategis, seperti Main Building and Infrastructure (MBI). Pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati, menyatakan komitmen untuk menggenjot pengembangan desa tematik guna mendukung pasokan tersebut.
“Bahwa proses dana desa tahap 2 untuk tahun anggaran 2025 telah selesai. Untuk tahun 2026, dana desa telah masuk dalam proses dan saat ini tinggal menunggu tahap pencairan selanjutnya,”
Acara ditutup dengan harapan agar inovasi-inovasi untuk kemajuan desa terus dikembangkan, membangun dari akar rumput untuk Indonesia yang lebih kuat.