Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (6 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (9 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (16 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (16 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (17 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (19 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (20 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 hari yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
NASIONAL 06 Oktober 2021, 12:50 WIB 1,025 PDF

Empat Pelaku Jaringan Narkoba Luar Negeri Diringkus BNNP Aceh

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Empat Pelaku Jaringan Narkoba Luar Negeri Diringkus BNNP Aceh
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

ACEH,INFODESANEWS.COM – Empat pelaku jaringan narkoba luar negeri tertangkap oleh BNNP pada sejumlah titik, baik di Banda Aceh maupun di daerah kabupaten/kota lainnya.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si, dalam jumpa pers,mengungkapkan ke empat pelaku merupakan Mus, Aceh Utara, Jai dan AA Aceh Besar serta DF Banda Aceh.

Mereka ditangkap secara terpisah dari pengembangan berawal tertangkapnya DF di Banda Aceh.” maka semua kasus dikembangkan, baik peredaran ganja maupun sabu yang berasal dari negara tetangga.

“Ini penangkapan kedua terbesar mulai Juli-September 2021 ini,” ujar Heru usai pemusnahan 31,4 kg sabu dan ganja 153.7 kg di BNNP Aceh.

Kata Heru, pihaknya terus berupaya menekan peredaran narkoba di Aceh dengan menangkap pelaku agar tidak merusak generasi, meski terputus untuk mengungkap bandarnya.

“Kalau sabu, ia putus siapa bandarnya, sebab jaringannya berada di luar. Tetapi kita sudah berkoordinasi dengan BNN Pusat untuk mengungkapnya,” jelas Jenderal bintang satu ini lagi.

Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ahmad Haidar menegaskan narkoba itu sudah difatwakan haram, ibarat kita makan babi, maka jangan sampai kita dilabel seperti itu“.

Ini perlu saya tegaskan dan tolong sampaikan kepada semua pihak, bahwa tidak ada tempat narkoba di Aceh. Kita daerah Syariat Islam kok semakin lama tidak habis-habisnya barang haram ini masuk ke Aceh,” kata jenderal bintang dua ini.

Hal senada juga disampaikan Rektor USK Syamsul Rizal mengatakan mahasiswa juga dites urine dan memang ada beberapa terdeteksi positif namun kita panggil orang tua/wali minta agar diingatkan jangan mengulangi lagi.

“Kita tetap beri keringanan untuk segera berubah dan rehab. Dan kalau juga nanti masih juga maka akan kita tinjau ulang atau dikeluarkan saja.

Sembari menyampaikan pihaknya kini bekerjasama dengan BNNP untuk tes urine bagi mahasiswa baru dan Sjamsul berharap mahasiswa USK terbebas dari narkoba,” tegas Rektor USK.@bu)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi