Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (43 menit yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (6 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (6 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (8 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (8 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (9 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (16 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (16 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (16 jam yang lalu)
PENDIDIKAN Nasional 29 September 2026, 21:37 WIB 11 PDF

Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi Infodesanews • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi Infodesanews

SUKOHARJO, INFODESANEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong pengembangan produk herbal berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan pemasaran digital. Kali ini, UMS membekali mitra LKSA PAKYA Mojolaban dengan pelatihan digital marketing untuk mengembangkan pemasaran produk jamu serbuk kering hasil pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Pelatihan yang digelar Minggu (27/9/2026) tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang mendapat hibah pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMS 2026. Kegiatan ini melanjutkan pendampingan sebelumnya dalam mengolah TOGA menjadi produk jamu serbuk kering.

Ketua tim pengabdian UMS, Ima Aryani, mengatakan kemampuan produksi perlu diikuti strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

"Produk yang sudah dihasilkan perlu didukung kemampuan pemasaran. Melalui Instagram dan WhatsApp Business, kami berharap PAKYA Herbal dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus membangun identitas dan kepercayaan konsumen," ujar Ima.

Dalam pelatihan tersebut, Muhammad Halim Maimun memberikan materi sekaligus pendampingan praktik pemanfaatan Instagram dan WhatsApp Business untuk pemasaran. Peserta diajarkan membuat akun bisnis, menyusun profil usaha, membuat konten promosi, memotret produk, menulis caption, hingga membangun interaksi dengan calon konsumen.

Sementara melalui WhatsApp Business, peserta diperkenalkan dengan fitur profil bisnis, katalog produk, pesan otomatis, serta pengelolaan komunikasi dan pemesanan pelanggan.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta langsung mempraktikkan pembuatan akun, penyusunan informasi produk, hingga promosi jamu herbal melalui media digital.

Mitra PAKYA Herbal, Sariningrum, mengapresiasi pendampingan yang diberikan UMS. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai cara memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.

"Kami berterima kasih kepada UMS karena tidak hanya mengajarkan cara membuat produk jamu serbuk, tetapi juga mendampingi kami dalam memasarkannya melalui media digital," kata Sariningrum.

Produk seperti serbuk jahe yang dikembangkan dari TOGA tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai hasil pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi. Karena itu, pendampingan diarahkan tidak hanya pada produksi, tetapi juga pengemasan, branding, hingga pemasaran digital.

UMS berharap keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten sehingga Instagram menjadi sarana membangun brand awareness, sementara WhatsApp Business mendukung komunikasi dan layanan pemesanan konsumen.

Program ini menjadi bagian dari upaya UMS menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan potensi lokal. Dengan dukungan pemasaran digital, produk herbal PAKYA diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.**


Oleh: Redaksi Infodesanews

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PENDIDIKAN #Nasional #Berikut **SEO tag Google** yang relevan dan dipisahkan dengan koma: **SEO Tags:** UMS #Universitas Muhammadiyah Surakarta #UMS Sukoharjo #PAKYA Herbal #LKSA PAKYA Mojolaban #digital marketing #pemasaran digital #jamu herbal #jamu serbuk #Tanaman Obat Keluarga #TOGA #produk herbal #UMKM herbal #Instagram Business #WhatsApp Business #pemberdayaan masyarakat #pengabdian kepada masyarakat #DPPM UMS #Tri Dharma Perguruan Tinggi #ekonomi lokal #produk lokal #bisnis digital #pemasaran produk herbal #Mojolaban #Sukoharjo #Jawa Tengah #PAKYA Mojolaban #inovasi produk herbal #branding produk #pemasaran online
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi