BLORA, INFODESANEWS – Program Duta Baca dari masing-masing desa di Kabupaten Blora menjadi salah satu upaya mengangkat potensi desa sekaligus mendorong budaya literasi di kalangan generasi muda. Setiap desa mengirimkan satu perwakilan Duta Baca, baik putra maupun putri, yang diharapkan mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sekdin DPK) Kabupaten Blora, Titik Umiyati, menyampaikan bahwa Duta Baca tidak bekerja sendirian. Mereka dapat bermitra dengan Bunda Literasi Desa, tokoh masyarakat, serta kakak-kakak senior yang telah sukses.
"Jadi Duta Baca ini tidak sendirian, nanti dia kolaborasi bisa bermitra dengan Bunda Literasi Desa, dengan tokoh masyarakat, dengan kakak-kakak senior yang sudah sukses," ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Melalui kolaborasi tersebut, Duta Baca bersama teman sebayanya diharapkan mampu menuangkan gagasan dan ide sesuai potensi yang ada di desa masing-masing.
Di era digital yang pengaruhnya begitu luas, pendekatan terhadap generasi milenial menjadi perhatian khusus. Anak-anak yang akrab dengan gadget didorong untuk mengubah kebiasaan bermain game menjadi aktivitas yang lebih produktif.
"HP ini tidak hanya tempat bermain game, tetapi menjadi pemersatu, tempat diskusi, tempat mengembangkan gagasan, tempat inovasi, semuanya harus disampaikan dalam literasi baca termasuk seksual," jelasnya.
Salah satu inovasi yang digagas adalah menghadirkan dinding edukasi berisi permainan edukatif dengan materi yang disesuaikan untuk jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga umum. Dengan begitu, digitalisasi diambil sisi positifnya sehingga hal-hal negatif perlahan tergerus.
Harapannya, anak-anak tidak sekadar membaca, tetapi menjadikan membaca sebagai kebutuhan. Kebiasaan ini kemudian dapat dikembangkan untuk mengangkat potensi desa, misalnya budidaya kelengkeng hingga desa menjadi lumbung buah kelengkeng, didukung sedekah buku dan pengadaan buku terkait potensi desa.
Dalam menghadapi gempuran media sosial, pengawasan dilakukan melalui pendekatan edukatif, yakni dengan menyediakan ruang bagi anak-anak untuk berinovasi. Kolaborasi dengan Bunda Literasi Desa dan Bunda Literasi Kabupaten yang dinilai inovatif dan bersemangat menjadi kunci keberhasilan program ini.**Red