BLORA, INFODESANEWS – Direktur PT Blora Patragas Hulu (BPH) Moh. Khamdun, menyampaikan rincian anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) yang akan dikelola perusahaan pada tahun 2026.
Berdasarkan perhitungan dari keuntungan tahun 2025, besaran maksimal CSR yang dialokasikan mencapai angka 2,6 miliar rupiah.
“Sesuai ketentuan, CSR ditetapkan maksimal 2 persen dari jumlah keuntungan. Nah, untuk tahun 2026 nanti, atas keuntungan di tahun 2025, angka maksimal yang kita kelola adalah 2,6 miliar,” jelas Moh. Khamdun kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).
Ia memaparkan bahwa penggunaan dana CSR tersebut akan difokuskan pada beberapa tema besar, yaitu peningkatan ekonomi masyarakat, kegiatan sosial, kegiatan keagamaan, serta kegiatan budaya. Tak hanya itu, CSR juga diarahkan untuk mendukung program pembangunan Pemerintah Daerah.
“Kegiatan-kegiatan yang tidak terbiayai oleh APBD bisa disupport dari CSR. Secara garis besar, tema kegiatan CSR pertama adalah peningkatan ekonomi masyarakat, kemudian sosial, keagamaan, dan budaya,” tambahnya.
Terkait permohonan bantuan, Moh. Khamdun menegaskan pihak non-pemerintah seperti lembaga atau perseorangan dapat mengajukan secara resmi kepada PT BPH. Setiap usulan akan dikaji oleh tim internal sesuai dengan aturan dan tata kelola CSR yang berlaku.
“Bisa. Nanti prosesnya dari pihak lembaga non-pemerintah, bisa juga perseorangan, mengajukan permohonan kepada BPH. Tim kami akan melakukan kajian, apakah kegiatan tersebut bisa didukung atau tidak, tentu dengan menyesuaikan aturan yang ada,” ujarnya.
Harapannya, dengan anggaran CSR sebesar 2,6 miliar rupiah dari keuntungan tahun 2025, kegiatan yang dibiayai bersifat produktif di semua sektor kemasyarakatan.
“Kami berharap CSR ini dapat digunakan untuk kegiatan produktif di sektor ekonomi, sosial, budaya, maupun keagamaan. Karena orientasi CSR salah satunya adalah membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.**Red