LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Fraksi PAN, Agus Sartono, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa warga Kecamatan Way Panji akibat tersengat aliran listrik di area persawahan yang diduga berasal dari jebakan tikus.
Peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta masyarakat.
Agus Sartono mengatakan, dirinya turut prihatin atas musibah tersebut dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
“Saya atas nama pribadi dan sebagai Anggota DPRD Lampung Selatan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa warga Way Panji. Semoga almarhum husnul khatimah, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujar Agus Sartono, Selasa (7/7/2026).
Selain menyampaikan belasungkawa, Agus juga mengimbau para petani di seluruh wilayah Lampung Selatan agar tidak lagi menggunakan jebakan tikus yang dialiri aliran listrik.
Menurutnya, cara tersebut sangat berbahaya karena dapat mengancam keselamatan siapa pun yang melintas atau beraktivitas di area persawahan.
“Kami mengajak seluruh petani untuk tidak lagi memasang jebakan tikus menggunakan aliran listrik. Risiko yang ditimbulkan sangat besar dan bisa merenggut nyawa orang lain. Mari kita gunakan cara-cara yang lebih aman dalam mengendalikan hama agar tidak ada lagi korban jiwa akibat kejadian serupa,” tegasnya.
Agus meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum, instansi terkait, serta para pemangku kepentingan untuk meningkatkan sosialisasi dan pengawasan terhadap praktik penggunaan jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan.
Menurutnya, edukasi kepada petani perlu terus dilakukan agar pengendalian hama dapat dilakukan dengan metode yang aman tanpa membahayakan masyarakat.
“Musibah ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Perlu adanya edukasi dan pengawasan agar praktik penggunaan jebakan tikus beraliran listrik benar-benar dihentikan,” pungkasnya.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di area persawahan Kecamatan Way Panji dan diduga dipicu oleh aliran listrik yang dipasang sebagai jebakan tikus. Kejadian ini menjadi perhatian berbagai pihak agar penggunaan metode berbahaya tersebut tidak lagi dilakukan demi mencegah jatuhnya korban jiwa di kemudian hari. (Red/Infodesanews)