BLORA, INFODESANEWS — Paguyuban Petani Tebu Blora (PPTB) menyampaikan pernyataan sikap menanggapi situasi terkini PT Gendhis Multi Manis (GMM) Blora. Dalam konferensi pers pada Kamis (5/11/2026) pagi, petani menuntut keadilan dan keterlibatan dalam persiapan giling tahun 2027.
Humas PPTB, Hairul Anwar, menyampaikan tiga poin utama. Pertama, manajemen GMM dinilai tidak pernah melibatkan PPTB dalam komunikasi, tetapi justru aktif mengadakan pertemuan dengan kelompok petani tebu lain. Sikap tersebut dianggap tidak berkeadilan bagi petani ring satu yang telah memiliki komitmen bahan baku.
“Kami mohon protes kepada Direktur GMM, kenapa tidak menyapa PPTB? Kenapa membedakan antara petani satu dan petani dua?” tegas Hairul.
Kedua, PPTB mengkhawatirkan manajemen GMM tidak mampu menyatukan para petani tebu Blora dalam menyukseskan giling 2027. Kondisi itu berpotensi menyebabkan kekurangan pasokan tebu dan mengulang kerugian yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Ketiga, karena GMM tidak memiliki kebun inti sendiri, menurut PPTB potensi petani tebu Blora seharusnya dijadikan kekuatan menuju kebangkitan, bukan justru dikotak-kotakan.
PPTB berharap protes tersebut menjadi bahan pemeriksaan dan ditindaklanjuti manajemen GMM demi kesejahteraan bersama petani tebu Blora.**Red