LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Tradisi intelektual dan literasi menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Fraksi Gerindra, Dwi Riyanto, saat memberikan materi dalam kegiatan Latihan Kader II (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kalianda, Rabu (4/11/2026).
Tak sekadar menyampaikan materi, legislator yang akrab dijuluki Konco Yasinan tersebut juga memberikan buku karyanya sebagai souvenir kepada perwakilan peserta dari luar Lampung. Pemberian itu menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar budaya membaca dan tradisi akademis tetap tumbuh di lingkungan kader HMI.
Kegiatan bertajuk Training Raya tersebut merupakan rangkaian Latihan Kader II dan Latihan Khusus Kohati tingkat nasional yang diselenggarakan HMI Cabang Kalianda, Lampung Selatan.
Sebelumnya, pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Sekretariat Pemerintah Daerah Lampung Selatan, Senin (2/11/2026). Acara dibuka oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Anasrullah.
Pembukaan turut dihadiri Dwi Riyanto, jajaran Korp Alumni HMI Lampung Selatan Erdiansyah, Direktur BUMD Lampung Selatan Baiquni Aka Sanjaya, Ketua PWI Lampung Selatan Edwin Apriandi, serta pengurus dan Ketua Umum HMI dari sejumlah cabang, di antaranya Bandar Lampung, Tanggamus, dan Metro.
Dalam kesempatan tersebut, ceramah umum (studium general) disampaikan mantan Ketua Umum PB HMI sekaligus mantan Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI), Arief Rasyid Hasan, yang mengulas potensi pemanfaatan sumber panas bumi di Lampung.
Setelah pembukaan, kegiatan yang diikuti 60 peserta dari berbagai daerah selama enam hari, 2–7 November 2026, dilanjutkan di Aula BUMD Lampung Selatan. Dalam sesi materi, Dwi Riyanto membawakan tema Manusia Sebagai Khalifah Fil Ardh, Manifestasi Tanggung Jawab Eksistensial, Kepemimpinan Profetik, dan Penegakan Keadilan Sosial Ekonomi.
Mengawali penyampaian materi, Dwi mengajak peserta mengenang perjalanan pengkaderannya di HMI. Ia mengungkapkan pernah mengikuti LK II di Palembang pada 1994 dan LK III di Semarang pada tahun yang sama.
Pengalaman organisasinya juga tercatat dalam perjalanan Kongres HMI XXII di Jambi pada 1999. Saat itu, Dwi dipercaya menjadi Presidium Sidang Kongres yang menetapkan perubahan asas HMI dari Pancasila menjadi Islam.
Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang datang dari berbagai daerah, Dwi menyerahkan buku karyanya berjudul Aktualisasi Islam Menjawab Problematika Ummat, terbitan Pustaka Peradaban.
Buku tersebut diberikan kepada perwakilan peserta dari Jambi, Medan, Tanjung Jabung, Lubuk Linggau, Riau, Serang, Pandeglang, Bekasi, dan Malang.
Menurut Dwi, pemberian buku itu bukan sekadar souvenir, melainkan pengingat pentingnya menjaga tradisi literasi dan budaya akademis sebagai bagian dari karakter kader HMI.
Ia berharap para peserta tidak hanya menjadikan pelatihan sebagai ruang menambah pengalaman organisasi, tetapi juga momentum memperkuat kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial.
Sementara itu, kepada peserta dari sejumlah cabang di Lampung, yakni Kalianda, Metro, Tanggamus, dan Bandar Lampung, Dwi berpesan agar menjaga silaturahmi dan memberikan kesan positif kepada peserta dari luar daerah.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai wilayah merupakan bentuk kepercayaan kepada HMI Cabang Kalianda sebagai penyelenggara. Karena itu, keramahan, kebersamaan, dan sikap saling menghargai perlu dijaga selama kegiatan berlangsung. (Redaksi Infodesanews)