BLORA, INFODESANEWS – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Blora bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga. Jajaran Lazismu Blora langsung mendatangi Dukuhan Gulingan, Desa Tempurejo, Kecamatan Blora, untuk melakukan asesmen awal sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan, Selasa (3/11/2026).
Manajer Lazismu Blora, Deni Eko, menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya merupakan bentuk komitmen dalam merespons cepat setiap aduan atau permohonan bantuan dari masyarakat.
"Pada pagi hari ini, kami menindaklanjuti aduan masyarakat khususnya di wilayah Dukuhan Gulingan, Desa Tempurejo. Alhamdulillah, kami bisa langsung melakukan asesmen awal sekaligus menyalurkan bantuan berupa paket sembako serta dua buah kaos baru," ujar Deni di lokasi kegiatan.
Deni menambahkan, hasil asesmen hari ini akan menjadi acuan bagi Lazismu untuk menentukan langkah penanganan lanjutan sesuai kebutuhan mendesak pemohon.
"Hasil asesmen ini akan kita tindak lanjuti berdasarkan kebutuhan riil yang diperlukan oleh pihak pengaju. Kami juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat yang telah melapor, sehingga Lazismu Blora bisa terus hadir membantu sesama dan membuktikan bahwa kita semua insya Allah bisa memberi untuk negeri," tambahnya.
Sementara itu, Puji Lestari selaku tokoh masyarakat sekaligus perwakilan RT 03/RW 02 Dukuhan Gulingan, menyampaikan apresiasi tinggi atas kecepatan respons Lazismu Blora dan perantara warga, Teguh Guritno. Menurutnya, laporan yang baru diajukan kemarin langsung mendapatkan tanggapan tanggap darurat hari ini.
"Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih banyak. Pengaduan baru disampaikan kemarin, dan langsung direspons cepat oleh Lazismu Blora. Semoga ke depan Lazismu semakin bermanfaat dan terus membantu masyarakat yang membutuhkan," ungkap Puji.
Di balik penyaluran bantuan tersebut, Puji juga menitipkan harapan besar kepada Lazismu Blora, khususnya terkait kondisi salah satu warga mereka yang tengah dirawat di rumah sakit akibat penyakit menular (TBC). Ia berharap ada pendampingan berkelanjutan setelah pasien tersebut kembali ke lingkungan rumah.
"Harapan kami, nanti setelah pasien pulang dari rumah sakit, Lazismu dapat memberikan pendampingan kepada warga kami. Karena ini penyakit menular, otomatis masyarakat awam pasti ada rasa khawatir," jelas Puji.
Ia berharap Lazismu dapat menjadi jembatan edukasi bagi warga sekitar agar langkah penanganan bisa dilakukan bersama-sama secara tepat. Dengan demikian, warga yang mengalami kondisi sakit TBC ini tidak dikucilkan oleh lingkungan sosialnya.
"Bagaimana langkah penanganan yang tepat, apa yang harus diambil oleh warga, dan bagaimana menyikapinya agar warga yang sakit ini tidak dikucilkan, itu yang sangat kami harapkan," pungkasnya.**Red