Rabu, 28 Oktober 2026
TERKINI
• Jenggis Khan Haikal: Sumpah Pemuda Jangan Sekadar Seremoni, Pemuda Harus Diberi Ruang Nyata (1 jam yang lalu) • DPR RI Dorong Penyederhanaan Izin SVLK dan Penguatan Perlindungan Hutan di Blora (19 jam yang lalu) • Blora Bersholawat 2026, Ribuan Jemaah Membludak Semangat Cinta Rasul Tak Surut Meski Diguyur Hujan (22 jam yang lalu) • Tak Hanya Pantai, Egi Bidik Wastra Lokal Jadi Daya Tarik Wisata Lampung Selatan (1 hari yang lalu) • Kerabat Keraton Solo Ikut Doakan Bowo Jatmiko Maju Pilkades Blimbing (1 hari yang lalu) • Kabag Hukum Setda Dorong Pemahaman Kewenangan Desa dalam Penyusunan Perdes (1 hari yang lalu) • Polres Blora Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Candi 2026, Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas (1 hari yang lalu) • TNI dan Warga Desa Pelem Gotong Royong Pasang Besi Jembatan TMMD (1 hari yang lalu) • Danang Wicaksana Sulistya feat Lanova Chandra Tirtaka, Dukung Penuh Turnamen Sepak Bola di Momentum Sumpah Pemuda (2 hari yang lalu) • Turnamen ORADO Sidomulyo Tuntas, Empat Pasangan Amankan Tiket ke Kabupaten (2 hari yang lalu)
NASIONAL Lampung 28 Oktober 2026, 07:00 WIB 43 PDF

Jenggis Khan Haikal: Sumpah Pemuda Jangan Sekadar Seremoni, Pemuda Harus Diberi Ruang Nyata

Sugeng
Oleh: Sugeng • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Jenggis Khan Haikal: Sumpah Pemuda Jangan Sekadar Seremoni, Pemuda Harus Diberi Ruang Nyata
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Sugeng

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap tahun jangan sampai hanya menjadi rutinitas seremonial yang meriah dalam upacara, tetapi minim tindak lanjut bagi masa depan generasi muda.

Semangat yang diwariskan para pendiri bangsa pada 28 Oktober 1928 seharusnya menjadi pengingat bahwa pemuda bukan sekadar objek pembangunan, melainkan kekuatan yang harus diberi ruang, kesempatan, dan kepercayaan untuk menentukan arah perubahan.

Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Fraksi Demokrat, Jenggis Khan Haikal, menilai momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 harus dimaknai lebih serius, terutama dalam menjawab persoalan yang dihadapi generasi muda, mulai dari terbatasnya peluang kerja, kebutuhan peningkatan keterampilan, hingga pentingnya keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah.

"Jangan sampai kita begitu bersemangat memperingati Sumpah Pemuda setiap tahun, tetapi lupa memastikan apakah generasi muda benar-benar mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan nyata, bukan berhenti pada pidato dan seremoni,"kata legislator dari Fraksi Demokrat itu.

Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya diminta menjaga persatuan dan menjadi agen perubahan. Mereka juga membutuhkan dukungan konkret berupa akses pendidikan berkualitas, kesempatan kerja, pengembangan kewirausahaan, serta ruang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan bertanggung jawab.

"Pemuda jangan hanya dibutuhkan ketika ada acara seremonial. Mereka harus dilibatkan dalam proses pembangunan, didengar gagasannya, dan diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan. Kalau kita ingin daerah maju, potensi generasi muda harus benar-benar diberdayakan," tegasnya.

Generasi muda memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan, olahraga, ekonomi kreatif, teknologi, dan kegiatan sosial. Namun, potensi tersebut membutuhkan ekosistem yang mendukung agar tidak berhenti sebagai semangat tanpa peluang nyata.

Karena itu, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan program kepemudaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung.

Keberhasilan pembangunan kepemudaan semestinya terlihat dari terbukanya kesempatan, tumbuhnya kreativitas, meningkatnya kemandirian, dan semakin luasnya partisipasi pemuda dalam pengambilan keputusan.

Jenggis juga menekankan pentingnya keberanian generasi muda untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat, serta mengawasi jalannya pembangunan secara konstruktif.

Sikap kritis, menurut pesan yang diangkat dalam momentum ini, bukan ancaman bagi pembangunan, melainkan bagian dari upaya menjaga agar kebijakan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

"Pemuda harus berani menyampaikan kebenaran, kritis terhadap persoalan, dan tetap menjaga etika dalam memperjuangkan aspirasi.

Persatuan bukan berarti semua harus diam dan sepakat, tetapi bagaimana perbedaan pendapat menjadi jalan untuk mencari solusi terbaik," ungkapnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana komitmen terhadap generasi muda benar-benar diwujudkan.

Sebab, masa depan bangsa tidak cukup dijanjikan melalui slogan, tetapi harus dibangun dengan keberpihakan, kesempatan yang adil, dan kerja nyata.

"Jangan hanya merawat ingatan tentang perjuangan pemuda masa lalu, tetapi buktikan bahwa generasi muda hari ini benar-benar memiliki tempat untuk berkarya, bersuara, dan membawa perubahan bagi Indonesia, khususnya Kabupaten Lampung Selatan."tegasnya. (Red)


Oleh: Sugeng

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #Lampung ##dprd ##lamsel ##jengggis ##sumpah pemuda
Sugeng
Jurnalis Terverifikasi Pemimpin Redaksi / Kawil Lampung

Sugeng

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi