Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (7 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (10 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (11 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (11 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (15 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (16 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (16 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (16 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (19 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (23 jam yang lalu)
INFODESA 22 Oktober 2018, 07:48 WIB 1,237 PDF

Warga Keluhkan Inseminasi Buatan (IB) Mendadak Susah Didapatkan

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Warga Keluhkan Inseminasi Buatan (IB) Mendadak Susah Didapatkan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS – Pasca digulirkan program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik gratis alias tampa dipungut biaya, Sejumlah peternak yang berada di Desa Krocok harus berjalan puluhan kilometer untuk mengawinkan secara manual sapinya ke desa tetangga.

Dok. Susahnya mendapatkan pelayanan program inseminasi buatan (IB), sejumlah warga menuntun ternaknya untuk di kawin tradisional.

Sejumlah petani yang notabene juga peternak sapi sangat resah dengan susahnya mendapatkan pelayanan program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik gratis, karena sejumlah petugas inseminator  jika di dihubungi beralasan obat telah habis dan baru di pesankan.

“Ora iso nunggu mas, sapine kadung birahi,” ungkap Suradi ( 67 th) yang artinya Sudah tidak bias ditunggu – tunggu, karena saatnya sapi harus di kawinkan.

Hal itu dijumpai Infodesanews saat membawa sapinya untuk di kawinkan secara manual di desa tetangga yang berjarak 6 -7 km.

Data mengungkapkan  pada waktu di Inseminasi Buatan (IB) ternak harus dalam keadaan masa kawin, karena pada saat itu liang leher rahim (servix) pada posisi yang terbuka. Kemungkinan terjadinya konsepsi (kebuntingan) dipastian akan berhasil, dan jika sampai waktu itu berlalu di pastikan Inseminasi Buatan (IB) akan gagal dan diulangi beberapa waktu kemudian saat ternak birahi kembali.

Suradi menuturkan sudah menghubungi sejumlah petugas  Inseminasi Buatan (IB), walau dengan mengganti transport mereka nyatanya sekian lama ditunggu petugas tak kunjung datang.

“Ini sudah berlangsung lama pak, setiap harinya ada saja yang warga yang mengawinkan ternaknya, beruntung jika sekali kawin bisa jadi, namun kalau gagal kami harus membawa lagi sapi untuk di kawinkan secara manual sampai berhasil,” tuturnya.

“ Kami wong deso sangat kesulitan, lebih baik kami membayar tapi Obat tersedia setiap saat, dari pada gratis namun susah di dapatkan,”pungkasnya sambil terus menuntun sapi ke desa Tetangga. (Aras).

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi