Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (4 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (7 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (10 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (11 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (11 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (11 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (12 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 06 November 2018, 06:35 WIB 1,969 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

UMKM Hadir Rest Area Tol Semarang – Solo KM 49

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

UMKM Hadir Rest Area Tol Semarang – Solo KM 49
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SEMARANG – UMKM sebagai pelaku utama di rest area jalur tol Semarang – Solo KM 49, akan di hadirkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sehingga mampu bersaing dengan produk-produk luar, Ganjar berharap rest area jadi etalase perkembangan UMKM Jawa Tengah.

Rest area di jalan tol Semarang – Solo KM 49 tersebut bakal diberi nama Pendopo 49, dan dieksekusi Astra Properti. Presiden Direktur Astra Properti Paulus Bambang menjelaskan ada tiga hal yang jadi andalan Pendopo 49 sehingga layak disebut terindah.

“Memberdayakan produk Jawa Tengah lewat UMKM-nya, desain yang futuristik dan connecting area,” katanya saat audiensi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di  Puri Gedeh, Senin (5/11/2018).

Kepada Ganjar, Bambang menampilkan desain serta konsep yang bakal diterapkan di Pendopo 49. Dengan fasilitas lengkap ditunjang desain serta pemandangan yang indah, beragam kuliner dan kerajinan khas Jawa Tengah, Bambang berharap Pendopo 49 ini akan jadi ikon barunya Jawa Tengah.

Bahkan di rest area itu bakal dibangun pula panggung terbuka untuk pertunjukan kesenian. Pendopo 49 ini ditarget rampung maksimal dalam 26 bulan ke depan.

“Konsep pembangunan rest area seperti ini baru kali pertama di Indonesia. Dan saya harap ini jadi jawaban atas tantangan dari pak Ganjar,” katanya.

Desain unggulan Pendopo 49 itu antara lain bakal ada 5 pendopo sebagai gambaran lima gunung di Jawa Tengah. Nantinya rest area ini dibangun tanpa mengedepankan profit oriented. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan memang sudah semestinya pembangunan saat ini mengedepankan aspek alam dan sosial, perhatian terhadap usaha masyarakat, tidak terkecuali rest area Pendopo 49 ini.

“Bikin hal lain di jalan tol. Sosial enterpreneur, pemberdayaan UMKM. Sebagai pintu masuk menikmati kearifan lokal, kerajinan, kuliner dan alam Jawa Tengah. Jadi ini etalase bagi UMKM Jateng,” kata Ganjar.

Terkait sosial enterpreneur, Ganjar mengatakan orientasi pembangunan rest area ini tidak melulu berorientasi keuntungan. Namun penyediaan tempat bagi masyarakat untuk menunjukkan kekayaan Jawa Tengah, baik itu kerajinan, kuliner, kesenian maupun alam Jawa Tengah. Jadi anggapan pembangunan tol itu mematikan usaha masyarakat, bisa dibantah.

Maka pembangunan yang didesain dengan luas lahan mencapai 10 hektar itu, selain jadi tempat istirahat juga tidak menutup kemungkinan akan jadi destinasi baru yang benar-benar sebagai gambaran Jawa Tengah yang diusung dengan desain modern.

“Seperti di bandara, gabungan dari berbagai ahli, dari seniman sampai arsitektur yang memasukkan Jawa Tengah di bandara Ahmad Yani yang membuat saya tidak bisa komentar,” katanya.

Untuk isian rest area itu, Ganjar menekankan harus diisi produk asli Jawa Tengah. Dari kerajinan, kuliner sampai keseniannya. Namun harus menggunakan sistem modern. “Agar UMKM bisa jalan haru kita seleksi. Dua tahun pertama tidak ada produk asing. Harga jangan ngeprok, bilang jualannya jangan caramu, tapi cara kita. Kualitas bagus harga terjangkau dan semua harus enak,” katanya.
(Humas Jateng/Red)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi