Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (1 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (1 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (3 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (3 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (4 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (11 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (11 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (11 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (19 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (21 jam yang lalu)
INFODESA 01 Februari 2019, 22:42 WIB 1,286 PDF

Simulasi, Desa Pakis Diterjang Banjir Bandang Dan Tanah Longsor

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Simulasi, Desa Pakis Diterjang Banjir Bandang Dan Tanah Longsor
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

JEMBER, INFODESANEWS – Puluhan anak sekolah dan masyarakat berteriak histeris. Mereka berlarian berhamburan menuju titik aman di balai Desa Pakis Kecamatan Panti untuk menyelamatkan diri dari bencana banjir bandang dan longsor yang sedang terjadi. Suara sirine dan kentongan pun bersaut-sautan di tengah kegiatan belajar mengajar yang masih berlangsung untuk memberikan peringatan bahaya kepada para warga yang lain. Satu persatu dari mereka dibimbing oleh Korps Relawan Kampus (Korrek) Universitas Jember untuk menyelamatkan diri dan menenangkan diri di titik aman.

Kejadian ini menjadi bagian dari simulasi Tanggap Darurat Bencana yang digelar di Balai Desa Pakis Kecamatan Panti Jember, (1/2) yang digelar oleh Korrek bekerjasama dengan Mahasiswa KKN Tematik Tanggap Bencana Universitas Jember. Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak dan masyarakat memiliki pengetahuan mengeani situasi bencana dan upaya penyelamatan yang harus dilakukan.

Joko Mulyono koordinator Korrek Universitas Jember mengatakan, Desa Pakis memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi. Posisinya yang berada dilereng Pegunungan Argopuro membuat Desa Pakis rentan dengan bencana longsor dan banjir bandang.

“Tahun 2006 lalu Kecamatan Panti sempat luluh lantak diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Masyarakat dalam kondisi tidak siap. Sungguh sangat memilukan kondisi waktu itu. Karena tidak hanya korban harta korban jiwapun tak terhitung lagi. Kami tidak ingin hal itu terjadi lagi,” ujar Joko.

Menurut Joko walaupun masyarakat tidak bisa mencegah terjadinya bencana namun masih bisa mengurangi resiko yang diakibatkan oleh bencana itu. Oleh karena itu Joko mengatakan, pendidikan tanggap bencana bagi masyarakat sangat penting untuk diberikan.

“Agar saat bencana terjadi mereka tau betul apa yang harus dilakukan. Sehingga korban jiwa bisa minimalisir. Semakin dini pendidikan itu diberikan maka semakin bagus. Oleh karena itu salah satu target sasaran simulasi bencana kali ini adalah siswa SD yang ada di Desa Pakis,” ungkap Joko.

Sementara itu Jumadi Kepala Desa Pakis membenarkan yang disampaikan oleh Joko Mulyono. Kejadian bencana banjir bandang dan tanah longsor pada tahun 2006 silam menimbulkan rasa trauma yang mendalam di benak masyarakat.

“Tingkat kewaspadaan masyarakat saat ini sangat serius sekali. Semua masyarakat sudah bersiaga sehingga manakala terjadi bencanan alam bisa langsung terkondisikan dengan baik. Bencana itu terjadi seketika kami tidak ingin kejadian tahun 2006 terulang dimana ada 8 rumah ditelan longsor,” kenang Jumadi.

Menurut Jumadi beruntung kala itu jembatan yang ada di batas desa jebol sehingga tidak banyak yang menjadi korban.

“Mungkin jika jembatannya tidak jebol air akan semakin meluap ke rumah-rumah warga dan pastinya akan semakin menambah korban jiwa waktu itu,” lanjut Jumadi.

Jumadi menjelaskan masyarakat Desa Pakis banyak yang mendiami wilayah dengan topografi bukit atau lereng pegunungan Argopuro. Bahkan menurutnya, dibeberapa wilayah posisi rumah warga tepat berada di bawah lereng.

“Posisi sungai yang sangat dangkal dan sempit menambah kewaspadaan masyarakat Desa Pakis. Oleh karena itu kami selalu berkoordinasi dengan seluruh lapisan masyarakat manakala terjadi hujan deras di hulu sungai seperti beberapa hari terkhir agar segera memberikan informasi melalui berbagai media,” pungkas Jumadi.(hum/ahm/ich)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi